Petani Banjarbaru Berhasil Menyabet Tropi Lomba TTG, Wakili Kalsel ke Tingkat Nasional

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2022, yang dilaksanakan di BLK Banjarbaru, Kamis (23/6/2022).

Tujuan lomba tersebut untuk meningkatkan peran serta masyarakat membangun desa / kelurahan, melalui kontribusi ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Tawarkan Bea Siswa S1, S2 dan S3 Bidang Keagamaan kepada STAI Al-Falah

# Baca Juga :Pemko Banjarbaru Bantu Korban Kebakaran di Jalan Gotong Royong

# Baca Juga :Hadir Secara Online di Perpisahan SMPN 14 Kota Banjarbaru, Ini Pesan Wali Kota Aditya

# Baca Juga :BAZNAS Banjarbaru Periode 2022-2027 Dilantik, Inilah Nama-nama Pejabatnya

Pemko Banjarbaru melalui DKP3 Kota Banjarbaru, mengirimkan 2 perwakilan, yaitu posyantek berkarakter dengan alat kompor tanah, pembasmi hama penyakit tanamanyang bawakan oleh Ispendi dari Kelurahan Landasan Ulin Barat.

Dan Posyantek Hasta Karya dengan alat penyiang rumput sederhana (APRUS) dibawakan Ikrom dari Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Kelurahan Syamsudin Noor.

Hasilnya, kedua wakil tersebut mendapat apresiasi yang tinggi dari dewan juri. Alat kompor tanah mendapat juara harapan 1, sedangkan APRUS mendapat penghargaan juara pertama

Posyantek Hasta Karya dengan alat penyiang rumput sederhana tersebut akan mewakili lomba TTG tingkat nasional.

APRUS mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan penyiangan rumput sejenis, adapun keunggulan alat ini antara lain:

  1. Menyingkat waktu pekerjaan dalam Penyiangan gulma secara manual jika menggunakan cara yang biasa dengan cangkul, maka dengan APRUS lebih cepat dan ringan, hingga 2 s/d 3 kali lebih cepat dibandingkan cara yang manual menggunakan cangkul.
  2. Lebih Ramah Lingkungan dan menyehatkan, pengendalian gulma secara kimia pasti akan menimbulkan efek negatif bagi lingkungan, dimana residu bahan aktif obat pasti akan terakumulasi di lahan, sehingga akan berakibat rusaknya habitat mikro organisme dalam tanah, dan hal ini yang akan menyebabkan tanah akan semakin kurang unsur hara, serta struktur tanah yang rusak.
  3. Dengan menggunakan APRUS tidak menimbulkan polusi udara maupun lingkungan.
  4. Dengan gerakan manual bisa menyebabkan tubuh kita aktif bergerak sehingga akan menyehatkan badan seperti halnya olah raga.
  5. Harga Murah dapat dibuat oleh siapa saja, dan bahan dengan mudah tersedia di lingkungan sekitar.
  6. Tidak menyebabkan sakit punggung, APRUS jika dibandingkan dengan alat sejenis untuk Penyiang rumput baik itu cangkul maupun Arit, maka alat ini lebih enak dipakai karena tidak harus membungkuk, yang menyebabkan sakit punggung, sehingga cocok untuk siapa saja, terlebih bagi yang sudah berusia di atas 50 Tahun.
  7. Lebih Aman dipakai, menggunakan APRUS lebih aman dibandingkan dengan cangkul, sebab kemungkinan terkena kaki lebih kecil.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran DKP3 Kota Banjarbaru, terutama melalui bimbingan yang diberikan oleh Penyuluh Pertanian yang ada di wilayah binaan, serta dukungan dari BPP, baik BPP Landasan Ulin, maupun BPP Liang Anggang, dan Penyuluh KJF, baik tingkat kota, maupun tingkat Kecamatan yang saling bahu membahu untuk mewujudkan perwakilan banjarbaru menjadi yang terbaik. (Orz/Sumber:Upik Prokopim Banjarbaru)

editor : NMD
sumber : mediacenter.banjarbarukota.go.id