KALIMANTANLIVE.COM – Tak ada yang bisa menjelaskan tragedi yang menyebabkan sebanyak 21 remaja meninggal dunia secara mendadak.
Mereka tewas pada akhir pekan ini setelah menghabiskan malam di sebuah kedai di East London, Afrika Selatan.
Pejabat pemerintahan East London, Afrika Selatan seperti dikutip di cnnindonesia.com menjelaskan, sebagian dari mereka adalah siswa yang merayakan akhir ujian sekolah menengah pada malam Sabtu.
# Baca Juga :Penembakan Brutal Terjadi di Bar Gay di Oslo, 2 Tewas 14 Luka-luka
# Baca Juga :Pejabat di Pemkab Tanahbumbu Tewas akibat Kecelakaan Maut di Batulicin
# Baca Juga :Tewas Diterkam Buaya, Tubuh Pencari Ikan di Banyuasin Ditemukan Mengenaskan
# Baca Juga :BREAKING NEWS Putra Buya Arrazy Usia 3 Tahun Tewas Tertembak Pistol Anggota Polri, Begini Ceritanya
Tidak ada luka yang terlihat di tubuh mereka, ini membuat dugaan penganiayaan tak masuk hitungan. Hasil otopsi akan menentukan apakah kematian ini dapat dikaitkan dengan keracunan makanan.
Kerumunan orang, termasuk orang tua yang kehilangan anaknya, berkumpul pada Minggu (26/6) di luar kedai. Sementara petugas kendaraan jenazah mengumpulkan mayat-mayat.
“Ini pemandangan yang mengerikan. Mereka cukup muda. Ketika Anda diberi tahu bahwa mereka berusia 13 tahun, 14 tahun dan Anda pergi melihatnya. Itu menghancurkan,” ucap Menteri Kepolisian Nasional Bheki Cele.
Pemerintah provinsi Eastern Cape menjelaskan delapan anak perempuan dan 13 anak laki-laki meninggal. Sebanyak 17 orang ditemukan meninggal di dalam kedai, sedangkan sisanya di rumah sakit.
Minum minuman keras diizinkan untuk usia di atas 18 tahun di kedai, yang dikenal lokal dengan sebutan shebeens. Kedai ini umumnya di sebelah rumah atau dalam beberapa kasus di dalam rumah.
“Kami memiliki seorang anak yang ada di sana, yang meninggal di tempat kejadian,” kata orang tua dari laki-laki berusia 17 tahun.
“Anak ini, kami tidak berpikir akan meninggal seperti ini. Ini adalah anak yang rendah hati, penuh hormat,” ucap Ntombizonke Mgangala yang berdiri di samping suaminya di luar kamar mayat.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa yang sedang menghadiri KTT G7 di Jerman mengucapkan belasungkawa.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/CNN Indonesia







