BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan mengajak Bank Kalsel untuk memerangi praktek pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian marak dan banyak menjerat warga Banua.
Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Riza Aulia Ibrahim pun berharap kedepan perbankan daerah ikut memerangi prakter pinjol Ilegal.
“Caranya bisa dengan mengembangkan program serupa agar bisa mengambil pasar mereka,” kata Riza Aulia Ibrahim saat melakukan bincang santai dengan Insan Pers di Excelso KM 5,5 Kota Banjarmasin, Rabu (29/6/2022) lalu.
# Baca Juga :Malam-malam Polisi Kembali Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di PIK Penjaringan, Hasilnya 99 Orang Diamankan
# Baca Juga :Mudahkan Masyarakat Kenali Layanan Pinjol Resmi, AFPI akan Keluarkan Tanda Khusus
# Baca Juga :REKOR MURI, Jadi Polres Pertama Pidanakan Penagih Pinjol Ilegal, Kapolres Kotabaru Diganjar Penghargaan
# Baca Juga :DAFTAR 103 Pinjol Ilegal yang Baru Diberengus, Satgas: Jika Menemukan Tawaran Investasi Laporkan!
Diakui Riza Aulia Ibrahim hal itu tidaklah mudah, karena perbankan memiliki aturan tersendiri untuk memberikan pinjaman kepada calon nasabah.
“Tapi saya yakin ini bisa dilakukan, minimal perbankan daerah bisa memangkas birokrasi proses peminjaman kreditnya agar semakin mudah diakses oleh masyarakat,” tambahnya.
Jika ini bisa dilakukan dirinya meyakini masyarakat tidak perlu lagi harus mencari dana segar untuk berbagai keperluannya melalui Pinjol ilegal.
“Ujungnya kita bisa tekan itu kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh Pinjol Ilegal,” timpalnya lagi.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Hana Wijaya berkomitmen untuk terus menyediakan layanan terbaik kepada nasabahnya, khususnya dalam hal pemberian kredit.
Saat ini pihaknya sudah mulai melakukan hal tersebut kepada nasabah setia mereka terlebih dahulu dengan memangkas berbagai birokrasi melalui pengembangan teknologi digital yang sedang dilakukan Bank Kalsel.
“Arahnya kita memang ingin menyediakan layanan kredit yang mudah dan cepat kepada nasabah. Untuk mencapai itu kita kuatkan dahulu pondasinya melalui pengembangan teknologi hingga data base yang kuat,” jelasnya.
Bahkan jika ini bisa dilakukan, dirinya berkeinginan untuk menyediakan layanan kredit mudah dan cepat kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Banua.
“Itu semata-mata kita lakukan agar kita bisa mendorong UMKM di Banua naik kelas. Kalau naik kelas pertumbuhan ekonomi juga bisa ikut bangkit,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/infobanua.co.id







