BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Cuaca ekstrem dengan turunnya hujan cukup lebat pada Senin (4/07/2022) lalu membuat sebagian wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan terendam atau banjir.
Wilayah yang terendam parah, yakni Kecamatan Cempaka, Kecamatan Landasan Ulin dan Banjarbaru Selatan.
Seperti diketahui, Kota Banjarbaru merupakan langganan bencana alam banjir setiap tahunnya apabila curah hujan tinggi.
# Baca Juga :Banjir di Banjarbaru, Pedagang Pasar Landasan Ulin Panik Sayuran dan Cabe Terseret Air
# Baca Juga :Hujan Lebat Sejak Pagi, Banjarbaru dan Banjarmasin Terendam, Bagini Kondisinya
# Baca Juga :Jelang Idul Adha 2022, Komisi III DPRD Banjarbaru Minta Mobilisasi Hewan Ternak Diawasi
# Baca Juga :Peringatan HARGANAS Ke-29 2022, Momentum Percepatan Penurunan Stunting di Banjarbaru
Untuk itu, menanggapi pasca banjir yang terjadi pada hari Senin (4/7/2022), Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Kota Banjarbaru, bertempat di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Selasa (05/07/2022).
Wali Kota Banjarbaru melalui Asisten I Setdako Banjarbaru Mutia Syafariahadi, SH mengatakan, sehubungan dengan curah hujan yang luar biasa kamaren pada hari Senin, yang terjadi setelah salat Subuh hingga sekitar pukul 11.30 siang.
“Ada 3 Kecamatan yang terdampak banjir dengan jumlah kurang lebih 500 KK. Dari informasi yang kami terima didaerah gang Keluarga genangan air setinggi orang dewasa,” ujarnya.
Mutia melanjutkan, sehubungan bencana alam tersebut Bapak Wali Kota Banjarbaru H. M. Aditya Mufti Ariffin menginginkan segera evaluasi penanganan banjir di Kota Banjarbaru.
“Apa faktor penyebabnya dan dimana saja titik-titik rawan. Berdasarkan informasi BMKG Kota Banjarbaru dalam waktu seminggu kedepan kita perlu antisipasi cuaca ekstrem. Untuk itu, perlunya Pemerintah Kota Banjarbaru segera mengantisipasi jangan sampai kita tidak siap menghadapi seperti peristiwa kamaren,” katanya.

Salah satu evaluasi dalam penanganan banjir dalam rakor ini ialah, drainase yang tersumbat segera dilakukan perbaikan. Guna dalam jangka pendek apabila kembali terjadi curah hujan yang tinggi, Pemerintah Kota Banjarbaru dan stakeholder terkait dapat mengantisipasi dan mitigasi bencana agar genangan dapat dikurangi.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahrani menyampaikan, pasca banjir yang terjadi kemaren pihaknya sudah menyiapkan kesiapsiagaan bencana.
“Apa pun yang terjadi bencana yang namanya BPBD sudah menjadi tupoksi kita, kita sudah siaga lebih awal. Kita juga bekerjasama dengan BMKG agar mendapatkan informasi mitigasi lebih cepat,” tuturnya.
Lanjut Zaini, terkait peristiwa kamaren yang terjadi secara spontan pihaknya telah menyebarkan personil kebeberapa titik rawan banjir.
“Kami membagi personil dibeberapa titik yang harus mengevakuasi warga terutama di daerah Cempaka, Landasan Ulin Guntung Payung baik itu barang-barang yang berharga maupun barang-barang yang harus diselamatkan,” imbuhnya.








