Harga Pertamax Turbo Resmi Naik, Segini Tarif BBM Subsidi dan LPG 3 Kg

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, harga Pertamax Turbo (RON 98), mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 16.200 sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Sementara itu, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memastikan Bahan Bakar Subsidi yakni Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg tidak mengalami perubahan harga.

# Baca Juga :Hasil Indonesia vs Filipina Piala AFF U-19 2022, Rabbani Hattrick, Garuda Nusantara Menang 5-1

# Baca Juga :Pertamina : Tahap Uji Coba, Masyarakat Masih Boleh Beli BBM di SPBU Tanpa Daftar Aplikasi MyPertamina

# Baca Juga :Residivis Curanmor Dibekuk Jajaran Polres Tabalong, Curi Motor di Billiard BB Pool

# Baca Juga :Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp2 Miliar, Plus Diskon hingga 15 Persen

BBM non subsidi lainnya, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 16.500 sebelumnya Rp 13.700, dan Dexlite (CN 51) menjadi 15.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.950 untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5%. Untuk LPG non subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 per Kg.

“Pemerintah melalui Pertamina terus menjaga daya beli masyarakat dengan menjaga ketersediaan energi dengan harga yang terjangkau, jadi Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg dijual dengan harga yang tetap,” jelas Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, dalam keterangan tertulisnya ke KONTAN, Minggu (10/7)

Tercatat, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.

Begitu pula dengan LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada bulan Juli ini mencapai US$ 725 per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13% dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

Melihat tren ini, Irto mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi seperti Bright Gas. Untuk saat ini, hanya Pertamax yang merupakan BBM non subsidi namun harganya tidak berubah.

“Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series yang porsinya sekitar 5% dari total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non subsidi yang porsinya sekitar 6% dari total konsumsi LPG nasional,” tekan Irto.

“Seluruh Penyesuaian harga di angka sekitar Rp 2.000 baik per liter untuk BBM dan per Kg untuk LPG, harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Untuk yang subsidi, Pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya,” imbuh Irto.

editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/kontan.co.id