Gelar Bimtek, Disnakerkop UKMP HSS Ingin Sasirangan Jadi produk Variatif, inovatif dan Bernilai Tambah

KANDANGAN, KALIMANTANLIVE.COM – Sasirangan adalah kain tradisional khas Kalimantan Selatan. Sasirangan berasal dari kata Bahasa Banjar, yaitu sirang yang berarti menjelujur.

Motifnya dibuat dengan jahitan dengan teknik jelujur. Awalnya, kain sasirangan diyakini dapat mengobati penyakit dan mengusir roh jahat sehingga pembuatannya dibatasi.

# Baca Juga :PT Antang Diduga Serobot Tanah Masyarakat HSS, Warga Gruduk Tambang dan Mengadu ke Presiden Jokowi

# Baca Juga :5 FAKTA Investasi Bodong Ala Pedangdut Asal HSS, dari Dilaporkan hingga Nilai Kerugian Rp 4 Miliar

# Baca Juga :Anggota Komisi I DPRD Kabupaten HSS Kaget Lihat Pelayanan Perpustakaan Palnam

# Baca Juga :Dinsos Kalsel dan Dinsos HSS Bergerak Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana Puting Beliung

Saat ini Dinas Tenaga Kerja Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (Disnakerkop UKMP) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kain Sasirangan Bahan Alam.

Kepala Disnakerkop UKMP HSS, Hendro Martono, di Kandangan, mengatakan bimtek dilaksanakan untuk menunjang industri kreatif di Kabupaten HSS, khususnya Industri Kecil Menengah (IKM) membuat kain sasirangan menjadi produk yang lebih variatif, inovatif dan mempunyai nilai tambah.

“Kegiatan kita laksanakan selama lima hari dari tanggal 18 Juli sampai dengan 22 Juli 2022, di Aula Kewirausahaan Disnakerkop UKMP Kabupaten HSS,” katanya, dalam keterangan, Selasa (19/7) kemarin.

Dijelaskan dia, bimtek tersebut mendatangkan pengrajin sasirangan Aku Suka Sasirangan Alam (Assalam) dari Kota Banjarmasin sebagai narasumber, dengan membawakan materi pembuatan kain Sasirangan yang menggunakan pewarna alami dari buah dan tumbuhan.

Narasumber dari Assalam Sasirangan, Muhammad Ridho, mengatakan ini menjadi kali pertama dirinya ke Kabupaten HSS, untuk mengisi bimbingan teknis.

“Saya merasa bahagia dalam bimtek ini karena bisa melihat dan merasakan langsung antusias dan semangat peserta, dalam mempraktekkan pengolahan Sasirangan,” katanya.

Menurut dia, dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) HSS melalui Disnakerkop UKMP untuk IKM di daerah sangatlah besar.

Melihat bahwa potensi sumber daya manusia yang ada di sini sangat difasilitasi oleh Pemkab HSS, termasuk dengan dilaksanakan bimtek tersebut.

“Kenapa pewarna alam ini sangat penting diperkenalkan kepada industri pengrajin kain sasirangan, karena walaupun dalam segi warna terlihat sedikit lebih lembut dibandingkan dengan pewarna sintetik,” katanya.

Namun dalam segi kesehatan dan keramah lingkungannya pewarna alam ini memiliki keunggulan, serta keawetan warnanya juga terbukti tahan lama.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kabupaten HSS ini juga memiliki potensi yang tinggi dalam mendapatkan bahan-bahan pewarna alam yang dibutuhkan.

“Banyak bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna dalam pembuatan kain Sasirangan ini, contohnya buah pinang, kunyit, daun pepaya, daun jati, dan masih banyak lagi,” katanya.

editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/antara