UPDATE Gelombang Panas Eropa, Korban Tewas di Spanyol Menjadi 500 Orang

MADRID, KALIMANTANLIVE.COM – Gelombang panas sempat menerjang Inggris mengakibatkan kenaikan kasus kebakaran hutan di London.

Ratusan kebakaran hutan di seluruh daratan Eropa dan Inggris akibat gelombang panas yang terik. Gelombang panas mengakibatkan suhu di Inggris melebihi 104 derajat Fahrenheit (40 derajat Celcius) untuk pertama kalinya.

Menurut Kantor Meteorologi Inggris suhu di Bandara Heathrow pada Selasa 19 Juli 2022 pukul 12:50 waktu setempat, mencapai 104,3 derajat Fahrenheit atau 40,2 derajat Celcius.

# Baca Juga :Waspadai Ancaman Bencana, BPBD Banjarmasin Kerahkan Personel TRC Patroli di Kawasan Langganan Banjir Rob

# Baca Juga :Tingkatkan Kesiapan Hadapi Bencana, Satpol PP dan Damkar Kalsel Gelar Ini

# Baca Juga :Dinkes Gelar Workshop Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Alam Maupun Non Alam

# Baca Juga :Pemkot Banjarbaru Evaluasi Penanganan Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem Seminggi Kedepan

Sementara itu di Spanyol, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan lebih dari 500 orang tewas selama gelombang panas 10 hari saat Eropa menghitung dampak dari rekor periode suhu ekstrem.

Para pengunjuk rasa perubahan iklim mengatakan cuaca yang terik harus menjadi peringatan bagi benua itu.

“Ini tidak ada hubungannya dengan ideologi, tetapi dengan kenyataan, dengan keadaan darurat iklim yang dialami planet ini,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Rabu (20/7/2022).

Berbicara dengan latar belakang pohon-pohon hangus dan tanah yang terbakar di wilayah timur laut Zaragoza yang terkena dampak parah, dia mendesak orang-orang untuk berhati-hati.

Sanchez mengutip angka yang dirilis oleh Institut Kesehatan Carlos III, yang memperkirakan jumlah kematian terkait panas berdasarkan jumlah kematian berlebih dibandingkan dengan rata-rata tahun-tahun sebelumnya.

Lembaga tersebut telah menekankan angka-angka ini adalah perkiraan statistik dan bukan catatan resmi.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Yunani mulai melihat kemajuan setelah dua hari bertempur melawan kebakaran hutan yang berkobar di pinggiran gunung di utara Athena, yang memaksa ratusan orang mengungsi, kata seorang pejabat.

“Sebagian besar, api sudah berkurang,” kata juru bicara pemadam kebakaran Yiannis Artopios kepada wartawan.

Yunani telah terhindar dari gelombang panas terik yang dialami di Eropa barat, tetapi api yang dihembuskan oleh angin kencang mengancam pinggiran kota Penteli, Pallini, Anthousa dan Gerakas, rumah bagi puluhan ribu orang.

“Api membakar punggung kami, kami pergi tepat waktu. Seandainya kami tinggal 30 detik lagi, itu akan membakar kami,” kata seorang warga Pallini yang kehilangan mobilnya akibat kobaran api kepada televisi ERT.

“Otoritas perlindungan sipil terlambat memberi tahu kami,” katanya.

Di Perancis, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dua kobaran api di dekat kota barat daya Bordeaux.

Suhu lebih dari 40 derajat Celsius selama beberapa hari sebelumnya telah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan orang dan memecahkan rekor panas.