Kemenkes Larang Anak Batuk Pilek ke Sekolah, Ini Alasannya

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, anak yang memiliki keluhan sakit seperti batuk pilek tidak diperkenakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, seperti dikutip di kompas.com, Jumat (29/7/2022).

Kalau ada anak yang memiliki keluhan batuk pilek, jelas Nadia dalam konferensi pers, Kamis (28/7/2022), enggak boleh sekolah, jadi harus istirahat, sudah ada dan merujuk pada SKB 4 menteri.

# Baca Juga :Dalam Waktu 3 Bulan, Kasus Covid-19 Melonjak di Jepang, Pemerintah Tak Akan Lakukan Pembatasan

# Baca Juga :Pulang dari Mekkah, 18 Jemaah Haji Indonesia Positif Covid-19, Begini Kondisinya

# Baca Juga :PTM 100 Persen, Siswa SMAN 9 Banjarmasin Harus Cuci Tangan, Jaga Jarak dan Bikin Satgas Covid

# Baca Juga :Usai Covid-19 Pengangguran Naik 1,6 Persen, Pemko Banjarbaru Gelar Job Fair 2022

Nadia juga menekankan agar pihak sekolah bisa memastikan seluruh guru dan tenaga pendidik yang berada di lingkungan sekolah bisa mendapat vaksinasi lengkap.

Selain vaksinasi dosis pertama dan kedua, guru dan tenaga pendidik juga diharapkan bisa memenuhi kewajiban vaksinasi dosis ketiga atau booster.

“Saat ini kebijakan kita sudah harus mendapatkan vaksinasi booster maka guru dan tendik di seokolah tidak cukup dengan dua vaksin tapi harus melengkapi dengan vaksinasi booster,” tutur Nadia.

Selain itu, seluruh warga sekolah diminta untuk taat terhadap protokol kesehatan dan sekolah wajib memiliki fasilitas cuci tangan.

“Dalam proses belajar mengajar kita ingat memakai masker tetap harus dilakukan, jadi kita berharap para guru tetap menggunakan masker,” kata Nadia.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Indonesia terus alami kenaikan. Data teranyar 28 Juli 2022 kasus Covid-19 di Indonesia meningkat 6.353 dalam 24 jam.

Kumulatif kasus Covid-19 kini berada di angka 6.191.664 dengan rincian 46.655 kasus aktif, 5.988.052 sembuh dan 156.957 meninggal dunia.

editor : NMD/kalimantanlive.com