Pemerintah Buang 8 Proyek Penting, Salah Satunya Kereta Api di Kalteng, Nilai Investasinya?

Bendungan Tiro Aceh

Bendungan ini berada di Kabupaten Pidie, Aceh. Penanggung jawab proyek ini adalah Kementerian PUPR.

Bendungan Tiro Aceh mulai dikonstruksi pada 2019 dan ditargetkan selesai pada 2024. Adapun total investasi untuk proyek ini mencapai Rp1,16 triliun. Sumber pendanaannya pun berasal dari APBN dan APBD.

Bendungan ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 41,44 meter kubik dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 6.330 hektare.

Bendungan Tiro juga diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 350 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,85 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2.00 MW (2 unit x 1.00 MW).

Proyek yang memulai konstruksi pada Januari 2018 ini diproyeksikan melintasi Jakarta Utara dan Jawa Barat. Penanggung jawab proyek ini adalah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Semula proyek ini ditargetkan selesai pada 2021. Adapun total investasi untuk pembangunan CBL mencapai Rp3,41 triliun.

Bandara Bali Utara

Pembangunan Bandara Bali Utara pertama kali direncanakan pada 2021. Saat itu, Kementerian Investasi atau BKPM pun telah menerbitkan surat dukungan menyambut baik rencana pembangunan infrastruktur di Bali bagian utara tersebut.

Menurut rencana proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara akan menelan biaya investasi Rp50 triliun meliputi bandara, aerocity, dan aerotropolis, dan membuka lapangan kerja mencapai 200 ribu orang.

PT BIBU sendiri telah menandatangani komitmen dengan China Construction First Group Corp Ltd (CCFG) untuk pembangunan proyek bandara yang dibangun di kawasan pesisir pantai Kubutambahan, Buleleng tersebut.

CCFG yang merupakan anak perusahaan BUMN China State Construction Engineering Corp Ltd (CSCEC) ialah perusahaan yang akan menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara internasional tersebut.

Kereta api Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang di Kalimantan Timur

Proyek kereta api Puruk direncanakan membentang 422 km Cahu-Batanjung. Proyek ini pun diperuntukkan sebagai transportasi pengangkut batu bara dengan kapasitas 50 juta ton per tahun.

Proyek kereta api ini memulai konstruksi awal pada Agustus 2018 dan direncanakan selesai pada 2023. Sementara, pemerintah pun mengklaim proyek ini membutuhkan data investasi sebesar Rp77 triliun.

editor : NMD/kalimantanlive.com

News Feed