BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang pendatang dari Papua, Jayapura berinisial S alias Heri, ditemukan tewas tergantung di halaman sebuah rumah di Jalan Trikora, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/8/2022).
Ketika ditemukan warga Jalan Trikora, seperti dikutip di apahabar.com, pria berusia 28 tahun tersebut terlihat tergantung di dahan pohon ketapang dengan posisi tepat di atas motor.
“Informasi tentang identitas S didapat dari kepolisian di lokasi kejadian,” jelas Abdie Ansyarie, anggota Emergency Alif yang membantu mevakuasi jenazah S ke rumah sakit di Banjarbaru.
# Baca Juga :Pengendara Motor Ditemukan Tewas di Dekat Novotel Banjarbaru, Polisi: Ditemukan Bumper Truk
# Baca Juga :BIKIN MALU, Media Asing Soroti Kasus Tewaskan Brigadir J hingga Ferdy Sambo jadi Tersangka
# Baca Juga :Triton vs Mio di Balangan, Sopir Truk Dinas Lingkungan Hidup Tewas di Lokasi Kejadian
# Baca Juga :WASPADA! Anak SD di Ciamis Tewas Setelah Ponselnya Meledak
“Dikabarkan S tinggal serumah bersama temannya di Balitan Banjarbaru, serta bekerja sebagai tukang atau serabutan. Namun temannya itu tidak mengetahui tentang keluarga S,” tambahnya.
Oleh karena tidak memiliki keluarga di Banjarbaru, S akan segera dimakamkan, “Kemungkinan besar dimakamkan di TPU Sungai Tiung,” tambah Abdie.
Sementara Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, melalui Kasi Humas AKP Tajudin Noor, mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Dari kartu identitas yang dimiliki, S merupakan warga Jalan Argoporo Misi Papua di Kabupaten Jayapura,” jelas Tajudin Noor.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, diketahui S berkunjung ke rumah seorang wanita berinisial D yang beralamat di lokasi kejadian, Jumat (12/8/2022) sekitar pukul 18.30 Wita.
Mereka lantas mengobrol hingga sekitar pukul 21.00 Wita. Selanjutnya keduanya sempat pergi ke sebuah toko ponsel di Balitan untuk memperbaiki ponsel milik S.
Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita, mereka kembali ke rumah D dan mengobrol lagi hingga menjelang tengah malam.
“Oleh karena sudah malam, D meminta S untuk pulang. Namun S enggan pulang, sehingga D masuk ke rumah dan meninggalkan S di luar,” jelas Tajudin.
Ternyata sekitar pukul 02.00 sampai 04.00 Wita, S mengetuk pintu rumah terus menerus dan meminta agar D keluar. Namun Dhesy tetap tidak mau keluar.
Hingga akhirnya sekitar pukul 06.00 Wita ketika membuka pintu, D mendapati S telah tergantung dengan leher terikat kabel bekas antena televisi.
“D kemudian mengabari warga sekitar, sebelum ditindaklanjuti Polres Banjarbaru dengan mendatangi dan mengamankan tempat kejadian,” pungkas Tajudin
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







