JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pertamina Patria Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Tbk mencatat sudah lebih dari satu juta unit kendaraan didaftarkan di dalam Program Subsidi Tepat.
Sementara itu harga BBM turun untuk jenis Pertamax Turbo jadi Rp 16.250 per liter, Dexlite Rp 17.450 per liter, Pertamina Dex Rp 17.750 per liter berlaku di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara per Kamis (1/9/2022).
Data jumlah pengendara tersebut, menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, diperoleh sampai periode akhir Agustus 2022 ini.
# Baca Juga :Soal Pertalite Jadi Rp10 Ribu per Liter, Faisal Basri : Siapa Nggak Nyesek?
# Baca Juga :AKHIRNYA Jokowi Buka Suara soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite
# Baca Juga :100 Ribu Orang Bakal Jatuh Miskin, Bila Pemerintah Naikan Harga Pertalite Jadi Rp10 Ribu
# Baca Juga :PERLU DIKETAHUI Mobil City Car Murah Pakai BBM Pertalite, Garansinya Bakal Hilang
Di mana, dari seluruh kendaraan dimaksud 70 persennya merupakan penikmat BBM jenis Pertalite.
“Dari seluruh kendaraan tersebut persentase jenis kendaraan Pertalite hampir 70 persen, dan kendaraan pengguna Solar subsidi yang didaftarkan meningkat jadi lebih dari 30 persen,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).
“Untuk pengguna Pertalite yang mendaftar masih didominasi pengguna pribadi. Sedangkan untuk Solar komposisinya cukup seimbang antara pengguna pribadi maupun kendaraan umum,” kata Irto, seperti dikutip di kompas.com.
Dengan langkah ini, diharapkan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tepat sasaran sebab seluruh konsumen akan didata yang bisa langsung dilihat dan diseleksi oleh petugas.
“Pertamina perlu mendata konsumsi BBM bersubsidi sehingga penyalurannya bisa lebih termonitor dan mencegah adanya kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan,” kata Irto.
Saat ini, fokus timnya masih pada pendataan dan sosialisasi, memastikan atas kesiapan sistem serta operasional di lapangan sambil terus memantau revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.
Pasalnya dalam regulasi terkait, akan dijelaskan lebih rinci mengenai klasifikasi pemilik kendaraan yang bisa menikmati BBM bersubsidi. Sehingga bakal jadi regulasi acuan penetapan penyaluran BBM bersubsidi.
Dalam meningkatkan jumlah pendaftar, Pertamina Patra Niaga juga terus menambah titik booth pendaftaran langsung.
Bagi masyarakat yang memiliki akses internet dan handphone, pendaftaran online juga terus dipastikan tidak ada kendala melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan menu Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina.
“Ada lebih dari 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar di seluruh Indonesia, lokasinya bisa dicek langsung melalui https://mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat,” ucap Irto.










