BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Tatah Bangkal, Banjarmasin, Kalimantan Selatan sering melihat buaya dengan panjang sekitar 3-4 meter mucul di sungai di kampung mereka.
Kondisi ini membuat warga takut untuk beraktivitas di sungai, karena bisa menjadi mangsa predator tertua di dunia itu.
Warga Tatah Bangkal pun berharap hewan ganas itu segera ditangkap petugas.
# Baca Juga :Polres Banjar dan Relawan Lakukan Upaya Evakuasi Buaya di Desa Tatah Bangkal Tengah
# Baca Juga :Heboh Kemunculan Buaya, Pembakal Tatah Bangkal Tengah Minta Warga Kurangi Aktivitas di Sungai
# Baca Juga :Warga Tatah Bangkal Kabupaten Banjar Geger Kemunculan Dua Ekor Buaya, Penangkap Ikan Takut Beraktivitas di Sungai
# Baca Juga :Tewas Diterkam Buaya, Tubuh Pencari Ikan di Banyuasin Ditemukan Mengenaskan
Menurut Pembakal Tatah Bangkal Alif Pandi, keberadaan buaya yang belum ditangkap tersebut, membuat warga merasa resah.
“Soalnya selama 1 bulan ini buaya menampakkan diri dan membuat warga takut untuk beraktivitas mencari undang dan ikan,” ujarnya, Seperti dikutip di seputaran.id, Senin (5/9/2022).
Menurut dia, keberadaannya buaya tersebut sudah diketahui semua warga, karena saat malam banyak yang melihat kemunculannya.
“Diharapkan dengan kedatangan BKSDA Kalsel, buaya tersebut bisa ditangkap untuk dipindahkan,” tukasnya.
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan pemantauan langsung di kawasan tersebut.
Dengan menerjunkan tiga personel, untuk melakukan pengumpulan data, memoto tempat dan meminta keterangan dengan warga setempat, mengenai keberadaan buaya tersebut.
“Iya betul, kedatangan kami masih sebatas pemantauan,” ujar Jarot Jaka Mulyana, salah seorang personel BKSDA Kalsel.
Dia pun memastikan, belum menentukan langkah dalam upaya menindaklanjuti kemunculan buaya tersebut, karena masih berkoordinasi dengan pimpinan.
“Nanti baru pimpinan yang langsung memberikan keterangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi warga setempat, kata dia, buaya memang sudah pernah ada sebelumnya. Namun hanya saat ini intensitas kemunculannya lebih sering terlihat.
“Sungai Tatah Bangkal merupakan air payau yang secara alami habitat asli buaya muara dan juga ini terhubung langsung dengan laut,” katanya.
Saat ini, kata dia, pihaknya hanya menyampaikan arahan Kepala BKSDA Kalsel yakni Mahrus Aryadi untuk mencegah dan memberikan edukasi agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Yakni dengan melakukan pemasangan papan imbauan ada buaya di beberapa lokasi strategis di sepanjang Sungai Tatah Bangkal,” tukasnya.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







