PNS Semarang Saksi Korupsi Tewas Dimutilasi dan Dibakar, Polisi: Selidiki Adanya Motif Lain

SEMARANG, KALIMANTANLIVE.COM – Mayat hangus tanpa kepala yang ditemukan di kawasan, Pantai Marina, Semarang, Jawa Tengah, dipastikan merupakan PNS Bapenda Semarang, Paulus Iwan Budi Prasetyo. Polisi masih mencari bagian tubuh saksi kasus korupsi itu yang belum ditemukan.

Kepastian identitas mayat hangus itu sebagai Iwan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy. Tes DNA yang dilakukan di Mabes Polsi dengan sampel 2 DNA anak laki-laki dan anak perempuan identik dengan Iwan Budi.

Kini, polisi tengah merangkai puzzle-puzzle untuk mengetahui penyebab tewasnya Iwan.

# Baca Juga :PAPUA GEMPAR, 4 Warga Dibantai Lalu Dimutilasi, 6 Oknum TNI Terlibat dan Diamankan

# Baca Juga :Sungai Pinang Geger, Ditemukan Tengkorak Kepala, Ternyata Milik Bocah Perempuan Korban Mutilasi

# Baca Juga :Suami Syok saat Temukan Istrinya Tewas Tanpa Busana dan Dimutilasi di Sawah yang Sepi di Tegal

# Baca Juga :Mutilasi Teman Kencannya Hidup-hidup di Banjarmasin, Harry Purwanto Dituntut Hukuman Mati

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, polisi menyelidiki kemungkinan adanya motif-motif lain pembunuhan di luar kasus korupsi.

Sebagai informasi, Iwan Budi merupakan saksi kasus dugaan korupsi anggaran sertifikasi tanah.

“Kemungkinan ada persoalan lain selain masalah korupsi,” ujarnya, Jumat (16/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Irwan menuturkan, hal tersebut didasarkan atas pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang sudah dikumpulkan.

Hingga saat ini terdapat 24 saksi yang sudah diperiksa. Mereka dikelompokkan berdasarkan kemungkinan penyebab terjadinya pembunuhan.

Di samping itu, Irwan berpesan agar pelaku segera menyerahkan diri. Ini lantaran identitas pelaku mulai mengerucut.

“Sudah mengerucut ke pelaku, oleh karena itu kami minta pelaku untuk menyerahkan diri,” ucapnya.

Dugaan proses pembunuhan

Terkait proses pembunuhan Iwan, Irwan menduga bahwa korban terlebih dulu dibunuh sebelum akhirnya dibakar.

“Karena berbeda jika kalau ini dibakar dulu baru meninggal,” ungkapnya, Rabu (14/9/2022).

Saat melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebilah pisau yang diduga menjadi alat kejahatan.

“Sejak awal memang ditemukan pisau dan ini memang bagian dari alat kejahatan,” tuturnya.

Dia menduga, dengan pisau itu pelaku bisa menusuk, membunuh, dan memotong bagian tubuh korban.