Ancaman Resesi Kian Nyata, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp15.350

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Mengawali pekan kedua kemarin, rupiah kembali melemah. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 15.318 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,44% dibanding akhir pekan lalu.

Sementara itu, rupiah di Jisdor Bank Indonesia berada di level Rp 15.299 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,34% dibanding akhir pekan lalu.

# Baca Juga :Aremania Berhasil, Kapolri Akhirnya Copot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Usai Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

# Baca Juga :VIRAL Video Hyundai Ioniq 5 Didorong Beberpa Pria, Ternyata Baterai Drop dari 80 Persen ke Nol

# Baca Juga :Anjlok Rp 8.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 941.000 Per Gram, Selasa 11 Oktober 2022

# Baca Juga :Biaya Masuknya Ratusan Juta Rupiah, Begini Sekolah Elit Pangeran George dan Putri Charlotte

Sementara itu pada Selasa (11/10/2022) pagi, nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.345 per dolar AS di perdagangan pasar spot. Mata uang Garuda melemah 27 poin atau minus 0,18 persen dari posisi sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand melemah 0,77 persen, won Korea Selatan minus 0,38 persen, yuan China minus 0,07 persen, dan yen Jepang melemah 0,01 persen.

Sedangkan, peso Filipina dan rupee India masing-masing menguat 0,01 persen. Adapun dolar Singapura dan dolar Hong Kong stagnan.

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,16 persen, franc Swiss minus 0,09 persen, euro Eropa minus 0,06 persen, dan dolar Kanada minus 0,15 persen.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memproyeksi rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini.

Menurutnya, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif hingga akhir tahun ini cukup tinggi. Sebab, bank sentral AS (The Fed) lebih memprioritaskan pengendalian inflasi dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Ini menyebabkan spread tingkat imbal hasil antara aset rupiah dan aset dolar AS menipis, sehingga ini memberikan tekanan ke rupiah,” imbuh Ariston.

Selain itu, bayang-bayang resesi global pun mendorong pelaku pasar mengalihkan sebagian asetnya ke aset aman di dolar AS.

Ariston memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.280 sampai Rp15.350 per dolar AS pada hari ini.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia