JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kelangkaan mata uang Negeri Paman Sam, yaitu dolar tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lain.
Bahkan Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyebab dolar AS langka di pasaran.
“Jadi apa yang terjadi di global sekarang ini dolar shortage,” ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers BI, dikutip Jumat (18/11/2022).
# Baca Juga :Ancaman Resesi Kian Nyata, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp15.350
# Baca Juga :Resmikan Kas Keliling Bersama, KPw BI Kalsel Kenalkan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022
# Baca Juga :Brazil Jatuhkan Denda Jutaan Dolar Terhadap Samsung dan Apple karena Jual Ponsel Tanpa Charger
# Baca Juga :AS Embargo Energi Rusia, Harga Batubara Acuan April Naik 41 Persen Jadi 288,40 Dolar AS Per Ton
Menurutnya, kelangkaan ini disebabkan oleh kondisi bank sentral utama dunia, yakni The Federal Reserves (The Fed) yang menaikkan suku bunga secara agresif untuk menekan lonjakan inflasi. Kebijakan itu membuat yield obligasi AS menanjak.
“Fed Fund Rate (FFR) terus meningkat kemudian juga bond yield di AS untuk dolar AS juga tinggi,” imbuhnya.
Hal tersebut membuat banyak pelaku pasar yang beralih ke obligasi dan dolar AS. Tercermin dari arus keluar yang terjadi di banyak negara baik maju maupun berkembang.
“Ini mendorong arus balik dolar AS dari beberapa negara emerging market termasuk Indonesia, termasuk negara maju juga di Eropa dan sebagainya itu masuk kembali ke AS,” jelasnya.
Baliknya modal asing ke AS ini tercermin dari Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) yang naik 106,28 atau 11,09 persen hingga November ini.
“Ini akhirnya menyebabkan adanya dolar shortage atau kelangkaan dolar di negara-negara emerging market, termasuk negara maju,” pungkasnya.
Kelangkaan dolar AS menjadi satu faktor yang menekan rupiah. Pada perdagangan kemarin, Kamis (17/11), nilai tukar rupiah berada di level Rp15.662 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 63 poin atau 0,40 persen dari perdagangan sebelumnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/cnnindonesia.com










