Dijelaskan Soebagijo, tersangka pelaku melakukan penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia di tempat tersebut, berawal sekira pukul 20.00 Wita.
Tersangka mendatangi korban yang sedang bekerja membuat peti di depan rumah Mashabi, tempat korban bekerja.
Saat itu tersangka datang dengan tujuan meminta uang upah membersihkan sawah milik korban dengan traktor.
# Baca Juga :Balita di Pekapuran Banjarmasin Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Istri Diancam Mau Dibunuh
# Baca Juga :PENGAKUAN Ayah Usai Bunuh Anak dan Bacok Istri di Depok, Tangis Pacah Lihat Seragam SD
Saat mendatangi korban, tersangka sudah membawa parang dan pisau penusuk.
Begitu turun dari epeda motor dia langsung menghampiri korban yang sedang bekerja membuat peti.
Kemudian tersangka memanggil korban dengan berkata “Santar”.
Korban “Namaku bukan Santar”.
Tersangka pun langsung membacok korban.
Korban secara refleks menangkis menggunakan tutup peti, hingga parang milik tersangka terlempar.
Selanjutnya tersangka mencabut pisau penusuk di pinggangnya, lalu menikam korban ke arah perut.
“Korban menangkap pisau, namun terangka menariknya lalu menusukkannya kembali ke bagian perut hingga usus korban keluar,” jelas Soebagijo.







