Menurut Firman Yusi, Komisi IV DPRD Kalsel sering melakukan monitoring ke sekolah-sekolah khususnya SMK di Kalimantan Selatan.
“Permasalahan yang sering ditemui adalah kurangnya guru produktif untuk jenjang SMK dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama kurangnya guru produktif di SMK,” jelasnya.
BACA JUGA:
Sekretariat DPRD Kalsel Resmi Naik ke Tipe B, Supian HK Minta Sekwan Buktikan Kinerjanya
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik DKI Jakarta, Muhammad Roji menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Disdik DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan guru produktif antara lain menambah anggaran untuk dapat memenuhi dan memeratakan kebutuhan guru di setiap Sekolah Negeri di Disdik Provinsi DKI Jakarta.
“Pemenuhan guru melalui Kontrak Kerja Individu (KKI), Redistribusi Guru di Sekolah Negeri, Transisi dan pemadatan jam mengajar guru dari 24 jam per minggu menjadi 30 jam per minggu,” ujarnya.
Dengan adanya diskusi ini, Firman mengharapkan dalam rangka memenuhi kebutuhan guru produktif tersebut Kalimantan Selatan dapat meniru upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
“Misalnya melalui kontrak kerja individual, bisa dengan pihak swasta yang tentu mampu menutupi kekurangan guru produktif itu. Harapannya di tahun-tahun berikutnya kita segera bisa merekrut guru produktif misalnya dengan program (PPPK),” kata politisi PKS.
Kalimantanlive.com/humas DPRD Kalsel
Editor : elpian







