KALIMANTANLIVE.COM – Daerah Arab Saudi selama ini dikenal karena cuaca dan kondisinya yang kering dan panas. Ini dikarenakan Arab Saudi 95 persen wilayahnya didominasi oleh padang gurun.
Tetapi, fenomena aneh terjadi pada akhir 2023 dan awal tahun 2023. Arab Saudi yang terkenal kering dan panas kini viral karena berubah menjadi hijau disebabkan fenomena cuaca.
# Baca Juga :Mudahkan Jemaah Umrah, DPRD Kalsel Usulkan Buka Rute Penerbangan Langsung ke Jeddah Arab Saudi
# Baca Juga :Mulai Besok Ronaldo Berkostum Al Nassr, Fakta Mengejutkan Klub Liga Premier Arab Saudi Ini
# Baca Juga :Hasil Piala Dunia 2022, Argentina Kalah 2-1 Atas Arab Saudi, Lionel Messi Terpukul
# Baca Juga :Sering Kritik Pemerintah, Arab Saudi Vonis Imam Masjidil Haram 10 Tahun Penjara
Keanehan hijaunya beberapa wilayah di Arab Saudi ini terpantau oleh satelit pada awal Januari 2023.
Terlihat beberapa vegetasi hijau menutupi beberapa wilayah di Arab Saudi bagian barat.
Citra satelit dari Arabia Weather itu menunjukkan adanya vegetasi hijau yang menutupi beberapa wilayah di Arab Saudi bagian barat pada 3 Januari 2023.
Padahal, wilayah yang mencakup Mekkah, Jeddah, dan Madinah itu dikenal sebagai tempat yang gersang dan kering.
Kini, tanah Arab Saudi dari Mekkah hingga Madinah mulai menghijau dan ditumbuhi tanaman.
Namun, siapa sangka ternyata dulunya daerah tersebut padang rumput yang subur dengan banyak oasis, dikaji dari beberapa penelitian.
Dulunya lahan basah
Dikutip dari Ancient Origins, (2/9/2021), penggalian arkeologi pada 2021 telah mengungkapkan setidaknya 5 ekspansi hominini ke semenanjung mulai sekitar 400.000 tahun hingga 55.000 tahun yang lalu.
Masing-masing bertepatan dengan munculnya curah hujan yang menyebabkan tumbuhan bermekaran atau disebut “jendela hijau”.
Ini menunjukkan bahwa sebenarnya jazirah Arab dulu tidak gersang.
Bahkan, curah hujan yang intens yang menyebabkan pembentukan ribuan danau, kolam, oasis, lahan basah, dan sungai.
Sumber air itu terletak berselang-seling melintasi semenanjung Arab yang sebagian besar berpasir.
Di atasnya terbentuk jalur migrasi bagi manusia dan hewan, seperti kuda nil.
Wilayah Nefud, misalnya, adalah padang rumput yang subur untuk jangka waktu sementara.
Sedangkan saat ini menjadi salah satu tempat yang paling tidak layak huni di bumi.
Kondisi ini yang kemudian membuat ilmuwan lain takjub dan tidak menyangka bahwa dulunya jazirah Arab merupakan wilayah yang hijau yang berkebalikan dengan kondisi sekarang.
“Luar biasa, setiap kali basah (hujan), orang-orang ada di sana. pekerjaan ini menempatkan Arab di peta global untuk prasejarah manusia,” ujar pemimpin proyek Prof. Michael Petraglia, dari Max Planck Institute for the Science of Human History, Jerman.







