Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin Akhmad Syarwani, menyebutkan, dari hasil realisasi penerimaan kas daerah (PAD) 138 persen tahun 2022, tercatat target semula Rp 245 juta terkumpul Rp 335 juta.
“Pada 2023, kami ditargetkan sekitar Rp 500 juta. Artinya kami harus mengembangkan lagi penerimaan di pelabuhan baik itu lahan, bangunan yang bisa menjadi potensi pendapatan,” jelasnya.
BACA JUGA:
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Yani Helmi : Hak Masyarakat Mendapatkan Layanan Kesehatan
Menurut Syarwani, dalam memaksimalkan PPI Batulicin, setidaknya pemerintah pusat telah mengalokasikan melalui DAK sebesar Rp 2,6 milian.
“Itu untuk pemasaran ikan termasuk peningkatan lantai dermaga, drainase dan sebagainya. Bahkan, kami juga mendapatkan ABPD Murni untuk membangun APF dan Cold Storage,” bebernya.
Kata Syarwani, pihaknya bersama masyarakat akan melakukan penelusuran terkait tumpang tindih lahan yang di sekitar lokasi lahan pelabuhan.
“Dengan adanya dokumen yang disebutkan Pak Burhan tadi, nanti kita telusuri siapa yang terlibat dalam penyelesaian lahan ini,” katanya. (*)
Kalimantanlive.com/RHS/RDM
Editor : elpian







