TERUNGKAP! Ini Bahayakan Keseringan Tahan Kentut

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kentut alias buang angin adalah proses pelepasan gas dari sistem pencernaan yang terbentuk sebagai hasil dari pencernaan makanan atau akibat udara yang tertelan atau masu ke dalam tubuh.

Tubuh manusia secara alami akan melepaskan kelebihan gas melalui anus dengan buang angin maupun lewat mulut dengan sendawa.

Karenanya mengapa kita harus bersyukur bisa kentut dan jangan malu saat kentut, juga tidak ada alasan yang sehat menahan-nahan kentut.

# Baca Juga :Layanan JKN Naik, Segini Besaran Tarif Barunya, Apakah BPJS Kesehatan Juga Naik?

# Baca Juga :Bupati Sayed Jafar: RSUD Sengayam Bukti Pemkab Kotabaru Hadir Berikan Layanan Kesehatan Terbaik bagi Masyarakat

# Baca Juga :Tingkatkan Pelayanan Prima, Dinas Kesehatan Balangan Programkan 14 Poliklinik Desa Tahun 2023

# Baca Juga :Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Yani Helmi : Hak Masyarakat Mendapatkan Layanan Kesehatan

Sebab kentut yang teratur menandakan bahwa saluran pencernaan dalam kondisi sehat.

Direktur Neurogastroenterologi dan Motilitas di Lenox Hill Hospital Elena Ivanina, DO, MPH, seperti disiarkan Livestrong belum lama ini, mengatakan ada banyak penyebab gas di usus dan salah satunya banyak udara masuk misalnya karena seseorang makan terlalu cepat atau mengunyah permen karet.

Penyebab kedua yakni microbiome menghasilkan gas saat memfermentasi serat. Ketika usus besar memecah makanan, maka menghasilkan gas seperti hidrogen, karbon dioksida, dan metana, menurut Nemours Children’s Health.

Apa pun penyebabnya, gas yang tidak dilepaskan melalui sendawa akan melewati saluran pencernaan ke tujuan akhirnya yakni anus.

“Kentut hanyalah melepaskan gas ini melalui anus saat tiba di rektum Anda,” kata Ivanina.

Lalu, apa yang terjadi bila seseorang menahan kentut? Saat menahan kentut, tubuh Anda mengencangkan otot sfingter anus, yaitu otot yang yang membantu Anda mengontrol waktu buang air besar. Kemudian, karena gas tidak bisa kemana-mana, maka tetap terperangkap di saluran pencernaan setidaknya untuk sementara.

“Jika Anda tidak mengeluarkan gas, itu tetap berada di usus,” tutur Ivanina.

Tetapi, usus merupakan satu tabung panjang yang berarti satu bagian mempengaruhi yang lain. Oleh karena itu, gas yang tidak keluar dari dubur dapat menyebabkan gejala yang tidak diinginkan di bagian lain dari saluran pencernaan.

Akibat menahan kentut

Ada berbagai akibat menahan kentut, salah satunya menyebabkan perut kembung. Ivanina menuturkan, kembung terjadi saat usus mengembang akibat gas dan memakan lebih banyak ruang di rongga perut.

Seseorang yang menahan kentut juga bisa merasa tak nyaman. Ini karena semakin usus mengembang dengan gas, maka semakin tidak nyaman rasanya. Dengan semua tekanan yang terbentuk di tubuh, tidak mengherankan mengapa menahan kentut dapat menyebabkan sakit perut.

News Feed