Pamerkan Produk Sasirangan, Disperin dan Dekranasda Kalsel Bawa IKM ke BSF

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Perindustrian (Disperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai pembina Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengikutsertakan dalam kegiatan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) yang diinisiasi oleh Dekranasda Kota Banjarmasin.

Kepala Disperin Provinsi Kalsel, Mahyuni yang juga sebagai Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalsel berharap, dengan digelarnya BSF yang dilaksanakan dari 10 hingga 12 Maret 2023 bisa lebih menarik minat masyarakat dengan perkembangan produk sasirangan sekarang.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Kaji Potensi Pengembangan BUMDes, Ini Tujuannya

# Baca Juga :Produksi 1,2 Juta Ton di 2023, Pemprov Kalsel Siap Suplai Padi untuk IKN Tahun 2024

# Baca Juga :Bank Kalsel Sosialisasi One Step Payroll dan Ready Cast di Dinas Kominfo Tapin, Mudahkan Penggajian ASN

# Baca Juga :Bank Indonesia, DPRD, Pemprov, dan BKKBN Bersinergi Percepat Penurunan Prevalensi Stunting di Kalsel

“Di stand BSF, binaan para pelaku IKM kami menyediakan produk sasirangan bordir dengan motif menarik, seperti sisik trenggiling, pucuk kelakai dan lainnya,” ucap Mahyuni, di Siring Menara Pandang Banjarmasin, Jumat (10/3/2023).

Disampaikan Mahyuni, dalam memamerkan produk sasirangan IKM, salah satunya produk dari Haji Imay yang berasal dari pengrajin di kawasan Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.

Diutarakan Mahyuni, kedepannya akan lebih memotivasi para pelaku IKM dalam mengembangkan sasirangan pewarna alam karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Sasirangan sekarang di Kalsel sudah terdaftar di tahun ini sebagai warisan budaya, maka sasirangan terhindar dari adanya pengakuan dari daerah atau negara lain,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni pun menyampaikan, Pemprov Kalsel mendukung penuh kepada para pelaku IKM dalam memasarkan produk daerah agar bisa diminati pasar domestik dan pasar ekspor.

“Karena kami memiliki peran penting dalam memajukan potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi untuk peluang usaha,” tutur Mahyuni.(*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id