KAPUAS, KALIMANTANLIVE.COM – Pasangan suami istri di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi korban pembunuhan. Keduanya dibunuh oleh seorang yang dikenal mereka sebagai dukun.
Pelaku adalah SW (43), dia membunuh pasangan IR (24) dan MS (16) pada Jumat (8/9/2023). SW meninggalkan mayat IR dan MS secara terpisah di area perkebunan sawit Jalan Trans Palangkaraya-Buntok.
SW mengakui perbuatannya membunuh kedua korban. Dia mengaku sakit hati dengan perkataan salah satu korban yang menyebutnya sebagai dukun palsu.
# Baca Juga :Sadis, Seorang Pria Tewas Dibacok di Terminal Antasari Banjarmasin, Pelaku Diduga Teman Sendiri
# Baca Juga :Gempa Dahsyat Guncang Maroko, 296 Orang Tewas dan 53 Orang Luka-luka
# Baca Juga :Seorang Pria Tewas Kecelakaan Tunggal di Jalan Ahmad Yani Km 1 Banjarmasin, Satu Lainnya Luka Berat
# Baca Juga :ANEH! Rumah Atap Merah Ini Tak Terbakar, Karhutla di Hawaii Hanguskan 2.000 Bangunan & 110 Orang Tewas
“Pelaku mengaku sakit hati karena kata-kata kasar. Oleh korban disebut dukun palsu,” ujar Kapolres Kapuas AKBP Kurniawan Hartono dalam konferensi pers, Rabu (13/9/2023).
Pelaku sempat menyetubuhi korban MS hingga hamil dua bulan.
“(Hamil anak pelaku) betul, karena itu permintaan kedua korban saat mendatangi pelaku, dari hasil autopsi itu ada gumpalan di rahim korban MS dimungkinkan itu 2 bulan (hamil),” ujar Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji kepada detikcom, Sabtu (16/9/2023).
Erlan menjelaskan bahwa pasutri bernasib malang itu memang meminta kepada pelaku agar bisa kaya raya dan korban MS bisa hamil. Pelaku lalu menyanggupi dan memberikan syarat agar korban MS melakukan hubungan badan dengannya di depan suaminya agar keinginannya terkabul.
“Itu syaratnya dari pelaku, pengakuannya baru satu kali menyetubuhi korban untuk syaratnya itu,” terangnya
Sementara itu, pelaku memang dikenal sebagai dukun pengobatan alternatif. Hanya saja selama ini ada warga yang sembuh dan ada yang tidak.
“Ada beberapa warga yang pernah datang ke dia, minta pengobatan ada yang sembuh dan ada yang tidak, (disebut dukun palsu) iya bisa disebut dukun palsu,” jelasnya.
Dari hasil pengembangan polisi, diketahui IR dan MS tewas dibunuh pada Rabu 6 September 2023. Keduanya diduga sudah meninggal selama 5-7 hari.
“Tanggal 6 September itu dia (pelaku) ajak ketemu korban di perbatasan itu, dia ribut lalu dihabisi kemudian dibuang,” ungkapnya.
Saat ini pelaku masih diperiksa untuk mengembangkan ada korban lain. Namun terbaru, kondisi pelaku masih sulit untuk diajak komunikasi.
“Sementara masih kami lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, keterangannya masih belum jelas. Masih ngalor-ngidul dan kami mengimbau masyarakat apabila ada keluarganya kehilangan dan sebagainya, segera melaporkan,” katanya.
Untuk diketahui, pasutri itu kesal usai mengetahui MS hamil namun tak kunjung kaya raya. Mereka lantas menuding pelaku sebagai dukun palsu. Pelaku yang emosi lantas menghabisi nyawa kedua korban dengan cara yang sadis.
“Pelaku tak terima dan sakit hati karena korban memaki pelaku dengan kata kasar dan dituduh sebagai dukun palsu,” ujar Kombes Erlan Munaji, Kamis (14/9/2023).
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber










