KALIMANTANLIVE.COM – Sejak perang Hamas-Israel pecah, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan, Minggu (22/10/2023) bahwa sudah 29 stafnya mereka meninggal dunia di Gaza.
“Kami terkejut dan berduka. Kini dipastikan bahwa 29 rekan kami di Gaza telah terbunuh sejak 7 Oktober,” tulis UNRWA dikutip dari AFP, Senin (23/10/2023).
Jumlah ini meningkat dibanding data yang disampaikan pada Sabtu (21/10/2023). Saat itu UNRWA mengabarkan 17 staf mereka tewas.
# Baca Juga :Buntut Serangan Bom di RS Gaza, Hizbullah Umumkan ‘Hari Kemarahan’
# Baca Juga :Rumah Sakit di Gaza Dihantam Rudal Israel, 500 Orang Tewas Seketika, WHO Sebut Pelanggaran
# Baca Juga :Jelang Balas Dendam Israel, Warga Gaza Tolak Perintah Evakuasi: “Lebih Baik Mati Daripada Pergi”
# Baca Juga :Israel Desak 1,1 Juta Warga Gaza Dievakuasi, Putin: Gaza Tanah Bersejarah Palestina
“Setengah dari rekan-rekan ini adalah guru UNRWA,” kata badan tersebut mengenai jumlah korban terbaru.
Ribuan warga Gaza mencari perlindungan di fasilitas UNRWA sejak Israel melancarkan pemboman udara sebagai pembalasan atas serangan Hamas di Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 4.600 warga Palestina tewas dalam serangan Israel tersebut. Israel juga memutus pasokan bahan bakar, air, makanan dan listrik di Gaza.
UNRWA menyebut 12 pengungsi tewas dan hampir 180 orang terluka di sekolah-sekolah milik badan PBB tersebut. Sementara sekitar 38 instalasi UNRWA rusak.
Dalam pernyataan terpisah, UNRWA memperingatkan pasokan bahan bakarnya di Gaza akan habis “dalam tiga hari”.
Ketua UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan tanpa bahan bakar, tidak akan ada air, tidak ada rumah sakit dan toko roti yang berfungsi. Tanpa bahan bakar, lanjutnya, bantuan tidak akan menjangkau banyak warga sipil yang sangat membutuhkan. “Tanpa bahan bakar, tidak akan ada bantuan kemanusiaan,” tambahnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/Fajarharapan.id







