KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) se Kalimantan Selatan (Kalsel) bertempat di Objek Wisata Jetsky Desa Teluk Masjid, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kotabaru, Senin (27/11/2023).
Acara rakor tersebut mengangkat tema “Melalui telaah sejawat kita tingkatkan peran APIP yang efektif sebagai mitra stategis pemerintah daerah”.
Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar mengatakan, Kabupaten Kotabaru yang berada di ujung tenggara dari 13 kabupaten kota terus membuka kerjasama diberbagai sektor dengan beberapa wilayah di Indonesia agar membuka keterisolasian daerah Bumi Saijaan.
# Baca Juga :DPRD Kotabaru Setujui Raperda APBD 2024 Sebesar Rp 3 Triliun Lebih
# Baca Juga :Terpilih Jadi Tempat Road to Nan Sarunai Tabalong Festival 2023, Kotabaru Gelar Event di Siring Laut
# Baca Juga :Pertama Kali di Kotabaru, Creterium Race Bupati Kotabaru 2023 Digelar Siring Laut
# Baca Juga :DLH Kotabaru Segera Terapkan Bak Sampah Bergerak, Catat Lokasi-lokasinya!
Kepada inspektur 13 kabupaten kota di Kalsel, bupati juga memaparkan kondisi wisata yang ada di Bumi Saijaan baik laut, pantai, dan gunung.
Memang, kata Bupati, tantangan yang dihadapi tidak mudah, dengan harapan melalui rakor ini bisa mengatasi masalah yang dihadapi oleh pemerintah dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat juga pemerintah Kotabaru.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel, Rudy Maharani Harahap menyampaikan, pertamuan Rakor ini bukan hanya silaturrahmi semata namun juga saling berbagi ilmu dan belajar satu sama lainnya dan berkolaborasi untuk kemajuan pembangunan pemerintah.
Perwakilan Ombudsman RI perwakilan Kalsel, Dadan Suparjo Suharmawijaya menyampaikan, ada 515 kota namun yang sudah dikunjungii yakni 281 kota, dan untuk Kotabaru ini adalah desa yang aktif desanya untuk menjadi desa anti maladministrasi dan setelah dilakukan penilaian maka ditetapkan 10 desa dari 198 desa di Kotabaru menjadi desa anti maladminiatarsi yang mana ini pertama di Indonesia. Dan yang lebih penting suatu daerah bisa maju karena keterbukaan dengan pihak lain.
Pada acara rakor ini diikuti inspektur 13 kabupaten kota se-Kalsel yakni, Akhmad Fydayeen SH MSi MH CGCAE inspektur Provinsi Kalsel, Yulian Herawati SE MM CGCAE Kabupaten Tanah Bumbu, H Mohammad Riza Dauly, ST MT CGCAE Kabupaten Banjar, H Ismed Zulfikar SH Kabupaten Batola, Fahrudin SHut MS Kabupaten HSU, Drs Rahmat Taufik MSi Kota Banjarbaru, Drs Urai Nur Iskandar MM Kabupaten Balangan, Drs M Zainal Arifin M ECDE Kabupaten Tabalong, Unda Absori SH MH Kabupaten Tapin, H Ahmad Fitriadi Fazriannoor SH MHum Kabupaten Kotabaru, M Taufik Rivani SH MSi Banjarmasin, Kiki Rachmawati ST MT Kabupaten HSS, Drs Joko Muryanto MSi Kabupaten Tanah laut, H Ainur Rafiq SSos MAP Kabupaten HST.(Kalimantanlive.com/Siti Rahmah)
Editor : NMD










