“Harapanya anggaran tersebut tepat sasaran dan tepat waktu sesuai tugas pokok dan fungsi kita masing-masing,” katanya.
Menurut Paman Birin, penyerahan DIPA K/L dan daftar alokasi TKDD ini sangat penting untuk menjadi acuan bagi para menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara kolaboratif di 2024 nanti.
Bahkan secara khusus Presiden juga menyampaikan pesan kepada kepala daerah untuk serius memperhatikan pergerakan inflasi di daerah masing-masing secara detail dari waktu ke waktu, penurunan stunting serta mempercepat realisasi belanja.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Syafriadi memaparkan perkembangan APBN 2022 s/d 30 Nopember 2023.
Syafriadi mengatakan meskipun menghadapi situasi global saat ini, Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan triwulan III-2023 masih tetap menujukkan pertumbuhan sebesar 5,57 Persen (year on year).
“Di tengah gejolak ekonomi global, instabilitas geo politik, inflasi, dan kenaikan suku bunga, tekanan arus modal, serta el nino yang kalau dilihat dilapangan Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan triwulan III-2023 masih tetap menujukkan pertumbuhan,” Ujarnya
Realisasi APBN di Kalsel sampai dengan 30 Nopember 2023 untuk pendapatan negara telah mencapai 106 Persen atau Rp 19,83 triliun dari pagu.
“Pendapatan untuk tahun ini sudah lebih dari target. Kantor Pajak Beacukai serta seluruh lini yang ada di Kalimantan Selatan sudah memberikan dukungan kepada kita,” jelasnya.










