Program “Paman Mahaga Stunting” Diluncurkan, Pemprov Kalsel Gaet 200 Mahasiswa ULM dan UMB

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atau Pemprov Kalsel meluncurkan Program “Paman Mahaga Stunting” atau dengan kata lain “Paman dan Mahasiswa Cegah Stunting” di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (30/11/2023).

Program “Paman Mahaga Stunting” ini bertujuan percepatan penurunan stunting di seluruh Kalsel.

# Baca Juga :Pemkot Banjarmasin Rekomendasi Kenaikan UMK Jadi Rp 3,3 Juta Ke Pemprov Kalsel

# Baca Juga :Minggu, Pemprov Kalsel Gelar Lomba Balap Jukung Tradisional di HSS, Hadiahnya Rp 50 Juta

# Baca Juga :Pemprov Kalsel akan Memantau Disdukcapil Kabupaten dan Kota Terkait Pelayanan IKD

# Baca Juga :Bersinergi dengan BI, Pemprov Kalsel Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi didampingi Kadinkes Kalsel Diauddin dan pejabat lainnya.

Program Paman Mahaga Stunting merupakan program edukasi dan sosialisasi pencegahan Stunting dengan melibatkan mahasiswa. Setidaknya ada 200 mahasiswa hadir dalam peluncuran Paman Mahaga Stunting terdiri dari mahasiswa ULM Banjarmasin dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).

Dikesempatannya, Suparmi mengatakan angka Stunting Kalsel saat ini 24,6 persen. Ditarget hingga akhir tahun 2024 mendatang harus mencapai 14 persen.

“Paman Mahaga Stunting merupakan terobosan inovasi guna percepatan penurunan Stunting, Pemprov Kalsel bekerja sama dengan perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa yang KKN di berbagai daerah,” ucapnya, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, Kalsel pada tahun 2022 berhasil menurunkan stunting sebesar 5,4 persen.

“Ini menjadi motivasi kita untuk mengejar target penurunan Stunting yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Diauddin mengatakan sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa diberikan pembekalan tentang pencegahan stunting guna disosialisasikan ke masyarakat.

“Mahasiswa yang dilibatkan adalah sedang KKN, sehingga mereka memberikan edukasi terkait ztunting kepada masyarakat di lokasi mereka bertugas,” katanya.

News Feed