Kasus DBD Meningkat di Tala, Awas Bahaya Muncul di Tanah Cekung, Botol Bekas, Vas Bunga & Bak Mandi!

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Serangan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) saat ini mulai terjadi dan kasusnya pun mulai menanjak di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Tak terkecuali di Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Hal itu menyusul mulai banyaknya genangan air seiring tibanya musim penghujan. Sebagaimana diketahui, vektor DBD yaitu nyamuk aedes aegypti berkembangbiak di air yang jernih seperti genangan air hujan yang ada di tanah cekung, botol bekas, vas bunga, bak mandi, dan sejenisnya.

# Baca Juga :Kejuaraan di Tanah Laut, Tim Taekwondo Kotabaru Juara Umum, Raih 33 Emas

# Baca Juga :UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Rehab Rumah kepada Keluarga Pra Sejahtera di Tanah Laut

# Baca Juga :Tabrakan Maut di Kintap Tanah Laut, Kalsel Seorang Anggota Polres Kotabaru Meninggal Dunia

# Baca Juga :Paman Birin Lantik Tiga Penjabat Bupati Tanah Laut, HSS dan Tapin: Segera Bergerak Sejahterakan Rakyat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala pun juga telah gencar melakukan upaya pencegahan dan penanganan terhadap pasien DBD. Di antaranya melalui pembagian bubuk abate dan pengasapan atau fogging di tempat terjadinya penularan DBD.

Hal tersebut turut menjadi perhatian khusus Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Hal tersebut juga telah digaungkan Kepala DPRKPLH Tala H Zainal Abidin saat menjadi pembina apel gabungan Senin pagi di halaman kantor Setda Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, dua hari lalu.

Zainal mengatakan saat ini kasus demam berdarah mulai bermunculan. Ia menyebut antara lain faktor penyebabnya adalah lingkungan kita yang tidak bersih.

Pejabat eselon II ini mengatakan masyarakat tidak boleh hanya berharap pada upaya yang dari Dinas Kesehatan saja. Lebih dari itu juga harus dibarengi perilaku seluruh elemen masyarakat dalam memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing.

Kebiasaan itu harus terus dibiasakan oleh semua orang. Bisa dimulai dari lingkup terkecil yakni di keluarga masing-masing yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan. Membiasakan memilah sampah antara yang mudah terurai dan yang tak mudah terurai.

“Saat ini masih sedikit masyarakat kita yang mengelola sampah secara baik di masing-masing rumah tangga. Umumnya belum memisahkan antara sampah organik dan anorganik,” sebut Zainal.

Sampah rumah tangga dari penduduk di Tala juga masih lumayan banyak. Saat ini ada sekitar 62 ton sampah tiap hari diangkut oleh petugas kebersihan DPRKPLH Tala.

Zainal mengatakan ketika masyarakat membiasakan memilah sampah, ada nilai ekonomi yang bisa didapat. Ini karena sebagian jenis sampah ada yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan.

Dirinya juga mengajak seluruh pegawai di lingkup Pemkab Tala memperhatikan kondisi lingkungan perkantoran tempat bekerja masing-masing bekerja.