PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Kamis (29/2/2024) siang, blusukan ke pusat pasar sembako di Kota Pelaihari.
Mereka secara khusus memantau harga dan ketersediaan (stok) beras. Ini mengingat beras merupakan salah satu bahan pangan pokok masyarakat.
# Baca Juga :4 Tahun Absen, Dipastikan Pasar Ramadhan Hadir Kembali di Tanah Laut, di Sini Lokasi yang Dipilih
# Baca Juga :Saipullah, Warga Miskin di Tanah Laut Ini Terharu Dikunjungi UPT Kemensos RI, Bakal Dapat Sejumlah Bantuan Ini
# Baca Juga :Kasus Bullying Makan Korban, Remaja di Tanah Laut Ditemukan Gantung Diri, Takut Melihat Orang Lain
# Baca Juga :Ratusan Siswa SMKN 2 Palangkaraya Puas dan Kagum saat di Politata, Lilik: Sosialisasi ke Anak Didiknya
Wakil Presiden Mahasiswa Politala Dela Novita bersama beberapa pengurus atau anggota BEM Politala memantau sejumlah kios dan toko beras skala besar.
“Hasil pantauan kami dari penjelasan pedagang, harga beras memang ada kenaikan untuk beras dari Pulau Jawa. Sedangkan beras lokal normal,” papar Dela.
Sementara itu terkait ketersediaan, lanjut Dela, aman atau cukup. Terpantau di kios pedagang beras di Pasar Pelaihari masih lumayan banyak tumpukan berasnya.
Ia mengatakan pihaknya merasa perlu turut turun ke lapangan guna melihat kondisi riil ketersediaan. Sekaligus berinteraksi langsung dengan pedagang beras di pasaran untuk mengetahui informasi terkini harga beras.
Dikatakannya, menjelang Ramadhan harga sejumlah bahan pangan memang hampir selalu mengalami kenaikan. Termasuk beras. Hal ini antara lain karena adanya peningkatan permintaan bahan pangan.
Pada kegiatan itu, Dela dan kawan-kawan pertama menuju Toko Beras Yunita dan Yunida yang merupakan pedagang beras besar yang melayani penjualan dalam jumlah banyak atau partaian.
H Awi, pemilik Toko Beras Yunita dan Yunida, mengatakan harga beras memang mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.
“Yang kenaikannya cukup drastis adalah beras kemasan dari Pulau Jawa. Semua merk naik,” sebut H Awi.
Rata-rata kenaikannya, lanjut H Awi, sebesar Rp 1.500 per kilogramnya. Ia lantas mencontohkan harga beras Jawa merk Rojolele kemasa 10 liter saat ini seharga Rp 165 ribu.










