“Padahal itu digunakan untuk angkut barang, terutama air mineral. Karena di Masjid Al-Jihad ini per harinya, terutama bulan ramadhan, di waktu tarawih tidak kurang dari 2000 jamaah. Jadi memerlukan banyak persediaan air mineral,” lanjut H Taufik.
Sehingga untuk mempertimbangkan adanya penafsiran lain dari kejadian tersebut, untuk kedepan pihaknya akan menyetop penggunaan sepeda listrik.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar jangan sampai salah persepsi terkait viralnya video tersebut. Dan pihaknya pun berinisiatif untuk menggunakan troli untuk solusi sementara.
“Untuk menghindari pandangan-pandangan lain, kami akan stop dlu penggunaannya. Jadi kedepannya akan kami gunakan troli secara manual dan pakai tenaga, nanti kami carikan dulu, karena masjid ini kita tahu ambalnya (karpet) tebal, sehingga harus menggunakan troli yang lebih besar agar rodanya tidak tenggelam,” pungkasnya.(Kalimantanlive.com/Ilham)







