KALIMANTANLIVE.COM – Komite Investigasi Rusia mengungkapkan jumlah korban penembakan massal yang terjadi di dekat Moskow bertambah menjadi 137 orang. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan anak-anak.
“Jenazah 137 orang, termasuk tiga di antaranya anak-anak, ditemukan di lokasi kejadian,” kata Komite Investigasi Rusia, dilansir dari AFP, Minggu (24/3/2024).
# Baca Juga :Gila! Baru Berusia 18 Tahun, Cewek di Tarakan Ini Sudah Berani Jual 7 ABG Putri ke Hidung Belang
# Baca Juga :Polres Kotabaru Gelar Rakor Kesiapan Operasi Mantap Brata 2023-2024, KPU Ungkap Isu Krusial Pemilu Serentak
# Baca Juga :Suami Wakil Bupati Labuhan Batu Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Keponakan yang Berusia 15 Tahun
# Baca Juga :Rusia Tak Lama Lagi Bakal Runtuh, Ini Prediksi Seorang Analis AS, Tanda-tandanya?
Selain itu, komite tersebut juga mengatakan telah menemukan senjata dan amunisi ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan mobil yang dipakai oleh para pelaku untuk melarikan diri dari gedung konser Crocus City Hall.
Akibat aksi penembakan massal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan melacak dan menghukum dalang yang berada dibalik serangan tersebut.
Diketahui, sekelompok orang melakukan serangan membabi buta di Moskow, Rusia pada Jumat (22/3/2024). Mereka melakukan penembakan massal dan menewaskan banyak orang.
Fakta terbaru penembakan brutal di Moskow:
1. Korban Tewas 137 Orang
Jumlah korban tewas akibat penembakan massal di gedung konser di Moskow, Rusia bertambah menjadi 137 orang. Dilansir Reuters, Minggu (24/3/2024), Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan 137 jenazah ditemukan dari reruntuhan dalam 24 jam dan para dokter berjuang menyelamatkan nyawa 107 orang.
Berdasarkan rekaman yang diverifikasi menunjukkan orang-orang bersenjata yang mengenakan kamuflase melepaskan tembakan dengan senjata otomatis di Balai Kota Crocus dekat Moskow. Video menunjukkan orang-orang mengambil tempat duduk mereka, lalu bergegas menuju pintu keluar ketika bunyi tembakan berulang kali terdengar.
Orang-orang melarikan diri dengan panik. Baza, outlet berita yang memiliki kontak baik di bidang keamanan dan penegakan hukum Rusia, mengatakan 28 mayat ditemukan di toilet dan 14 di tangga.
“Banyak ibu ditemukan sedang memeluk anak-anak mereka,” katanya.







