Kenapa Rasulullah SAW Makan Kurma Jumlahnya Ganjil, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dikutip dari buku 24 Jam Belajar Sunah Nabi oleh Romy Hernadi, mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil dipercaya dapat menangkal racun dan sihir. Hal ini dijelaskan hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa makan kurma dalam bilangan ganjil, khususnya tujuh butir kurma Ajwa, dapat menangkal racun dan sihir.

Dalam sebuah hadits yang riwayat Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Rasulullah SAW beliau pernah bersabda:

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

Artinya: “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Kurma ajwa itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun.” (HR Ibnu Majah dari Sahabat Jabir bin Abdillah dan Abi Sa’id. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.)

Meskipun begitu Rasulullah SAW tidak melarang kita untuk makan kurma dalam jumlah genap. Muslim bisa memakan buah kurma dalam jumlah genap seperti 2, 4, 6, dan seterusnya.

Penjelasan Ilmiah

Dikutip dari buku 24 Jam Belajar Sunnah Nabi oleh Romy Hernadi, ada penelitian medis yang menjelaskan bahwa mengonsumsi buah kurma dalam bilangan genap seperti 2, 4, 5, 8, dan seterusnya mampu menghasilkan gula darah dan potassium tanpa menghasilkan banyak energi.

Penelitian Musthafa Mohamed Essa, Ph. D juga menerangkan bahwa buah kurma mampu melindungi otak dari stres oksidatif.

“Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam kafeat. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer,” ungkapnya.