Kemudian ia menambahkan, penilaian peserta yang mengikuti Festival Salikur ini berdasarkan estetika kreasi, inovasi, dan keindahan.
“Yang dinilai estetika di kampung-kampung, terutama di RT yang mendaftar (lomba salikur), melaksanakan kreasi, inovasi, keindahan kampung, itu yang dinilai,” ucapnya.
Diinformasikan, selain lomba menghias kampung, Festival Salikur juga menggelar lomba fotografi, yang mana objek foto tersebut merupakan tempat peserta lomba tanglong dan lampion.(mediacenter.banjarbarukota.go.id)
editor : NMD







