Bantuan Keuangan Parpol Disorot, Komisi DPRD Kalsel Ajak Parpol Manfaatkan untuk Pembinaan Politik

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Di tengah arus politik yang terus mengalir, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti penggunaan bantuan keuangan yang diberikan kepada Partai Politik (Parpol) hasil Pemilu 2019-2024.

Komisi tersebut berharap dana yang diterima oleh Parpol dapat dimanfaatkan secara efektif untuk pembinaan dan pendidikan politik di dalam partai masing-masing.

BACA JUGA:DPRD Kalsel Dorong Peningkatan Fasilitas Ketua RT Demi Efisiensi Pemerintahan Lokal

BACA JUGA: Ketua DPRD Kalsel Ingatkan Masyarakat Jangan Panik Saat Terjadi Gempa Bumi, Banyak Berdoa

Data menunjukkan bahwa sejumlah Parpol di Kalsel telah menerima bantuan keuangan yang signifikan, antara lain Partai Golkar dengan jumlah Rp2.094.190.000 miliar, PDIP Rp 1.384.585.000, Partai Gerindra Rp 1.381.805.000, PAN Rp 954.385.000, PKS Rp 835.155.000, PKB Rp 749.695.000, PPP Rp 658.865.000, Partai Demokrat Rp 559.685.000, Partai Nasdem Rp 548.865.000, dan Partai Hanura Rp 192.035.000. Total keseluruhan dana bantuan mencapai Rp9.359.265.000.

“Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, SH, MH, mengatakan bahwa Komisi I dan Kesbangpol Kalsel telah menyepakati bahwa anggaran partai politik per suara ditetapkan sebesar Rp7500,” ungkapnya di Banjarmasin, Rabu (3/4/2024) siang.

Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 100.3.3.1/0108/KUM/2024 yang menegaskan tentang pemberian bantuan keuangan kepada Parpol yang mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Kalsel hasil Pemilihan Umum tahun 2019 untuk tahun anggaran 2024 menjadi dasar pengaturan dalam penyaluran bantuan keuangan tersebut.

“Komisi I DPRD Kalsel sebagai mitra Parpol mengharapkan bantuan keuangan Parpol tersebut dapat digunakan untuk pembinaan dan pendidikan politik di dalam partainya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suripno menyatakan harapannya bahwa generasi muda atau politisi muda di masing-masing Parpol dapat dibekali dengan lebih banyak pengetahuan, manajemen, serta keterampilan sebagai kader penerus.

Dengan demikian, masing-masing Parpol dapat meningkatkan kualitas calon DPRD di masa yang akan datang.

“Mengenai PKB, karena kebetulan saya merupakan salah satu pengurus DPW PKB Kalsel, kami menerima dana sebesar Rp749.695.000 karena hanya mendapatkan 5 kursi berdasarkan perolehan suara pada tahun 2019. Dana tersebut akan kami kelola untuk pembinaan dan pendidikan politik. Semoga kader-kader kami dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk berpartisipasi dalam pemilu yang akan datang,” jelasnya.