Nah, Pertanyaannya Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis?
Ahli Fikih Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu menjelaskan jika dua niat ibadah yang sama-sama sunah digabungkan, maka dua-duanya sah. Ia mencontohkannya dalam hal berniat untuk salat sunah fajar dan salat sunah tahiyatul masjid.
Perbedaan pendapat muncul ketika ibadah yang digabungkan hukumnya fardhu dan satunya sunah. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan, jika berniat untuk ibadah fardhu digabung dengan sunah, maka yang sah adalah niat ibadah fardhu, sedangkan niat ibadah sunah tidak sah. Contohnya yaitu qadha Ramadan dengan Senin Kamis. Ini merupakan pendapat Abu Yusuf.
Pendapat lain disampaikan mengenai larangan menggabungkan qadha Ramadan dan puasa Syawal ataupun puasa Dzulhijjah. Agus Arifin dalam Step by Step Fiqih Puasa menjelaskan hal tersebut sama dengan mendahulukan yang sunah daripada yang wajib. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits qudsi,
“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib hingga Aku mencintainya.” (HR Bukhari)
Sementara itu, Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan penggabungan ibadah fardhu dan sunah diperbolehkan dan pahala keduanya sama-sama diperoleh. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Ramli dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin yang menyatakan pahala ibadah-ibadah wajib dan sunah dapat diperoleh meskipun tidak ada niat dari pelakunya.
Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin sebagaimana dinukil Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam Mausu’ah min Akhlaq Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyatakan, ketaatan tergantung pada niat untuk menentukan keshahihan dan pelipatgandaan keutamaannya.
Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI turut menjelaskan mengenai hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis. Dilansir dalam media sosialnya, Sabtu (6/4/2024), menurut para ulama, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah.
Syaikh Abu Bakar Syatha dalam Kitab I’anatut Thalibin mengatakan, seseorang yang berniat menggabungkan dua puasa sunah, maka dia mendapatkan keduanya. Ia mengibaratkan hal ini seperti bersedekah kepada keluarga dengan niat bersedekah dan bersilaturahmi.
“Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal. Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya” jelasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







