KALIMANTANLIVE.COM – Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunah yang dianjurkan setelah bulan Ramadan.
Umat Islam yang ingin menjalankan puasa ini dapat memulainya dengan membaca niat puasa Syawal terlebih dahulu.
Menurut terjemahan kitab Fathal Muin oleh Bahrudin Fuad, puasa enam hari di bulan Syawal didasarkan pada hadits shahih yang menyatakan bahwa melanjutkan puasa bulan Ramadan dengan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal seolah-olah berpuasa selama satu tahun penuh.
# Baca Juga :Lebaran Usai, Lalu Kapan Puasa Syawal 2024? Berikut Jadwal, Niat dan Doa Buka Puasa
# Baca Juga :Pemantauan Hilal di Kalsel Tertutup Awan, Muhammad Tambrin: 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat Kemenag RI
# Baca Juga :Hukum Menggabung Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan
# Baca Juga :Niat dan Tata Cara Puasa Syawal 6 Hari, Pahalanya Sama Setahun Penuh Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِنَّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)
Mengutip Ternyata Shalat & Puasa Sunah dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, keutamaan puasa Syawal yaitu setara dengan puasa setahun dan dapat menyempurnakan puasa Ramadan.
Adapun puasa Senin dan Kamis diriwayatkan sebagai puasa sunah yang ditunggu-tunggu Rasulullah SAW.
Beliau senantiasa mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Aisyah RA berkata,
“Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)
Aisyah RA juga mengatakan, “Rasulullah SAW selalu menunggu-nunggu saat berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR Ahmad)
Senin dan Kamis adalah dua hari yang istimewa. Menukil Puasa Senin-Kamis karya Mahmud Ahmad Mustafa, kedua hari tersebut merupakan hari diperiksanya amal seseorang. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda,
“Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang puasa.” (HR Tirmidzi)
Selain itu, menukil Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba’in Pilihan, serta Dzikir & Doa karya Rusdianto, pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW,
“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka, semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara ia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu, dikatakan, “Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR Muslim)










