Medsos Geger! Putri Yordania Salma Abdullah Disebut-sebut Ikut Jatuhkan 6 Rudal Iran

KALIMANTANLIVE.COM – Terdapat unggahan di media sosial X atau Twitter yang menyatakan bahwa Putri Raja Yordania Salma bin Abdullah terlibat dalam menembak jatuh enam pesawat nirawak (drone) milik Iran yang memasuki wilayah udara Yordania.

Seperti diketahui Iran menghujani Israel dengan ratusan rudal dan drone dengan tujuan misi balas dendam pada Sabtu (13/4/2024) lalu.

# Baca Juga :Iran Hujani Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone, Lalu dari Mana Suplai Persenjataan Canggih Tersebut?

# Baca Juga :Perang Iran vs Israel Pecah, Harga Emas Antam Makin Kinclong, Jadi Rp 1.315.000 Per Gram

# Baca Juga :Balas Dendam, Iran Tembakan Drone dan 300 Misil ke Israel, Rusia Kirim Kapal Rudal

# Baca Juga :30 Ribu Tentara Zionis Israel Divonis Sakit Mental, Pemakaian Obat Penenang dan Narkoba Meningkat Tajam

Dikabarkan X, Putri Salma menjadi sorotan usai disebut ikut menembak jatuh drone Iran yang menargetkan Israel pada Sabtu (13/4) lalu.

Kabar tersebut mencuat di media sosial X dan menjadi perbincangan oleh warganet di seluruh dunia pada Senin (15/4/2024).

Iran yang menyerang Israel sebagai upaya balas dendam atas serangannya ke Konsulat Teheran di Damaskus turut melibatkan Yordania sebagai sekutu Israel untuk bertindak.

Tak sedikit dari rudal dan pesawat nirawak Iran yang ditebas oleh beberapa sekutu Israel seperti Amerika Serikat, Inggris, hingga Yordania.

Namun, terdapat unggahan di media sosial X yang menyatakan bahwa Putri Salma terlibat dalam menembak jatuh enam pesawat nirawak yang memasuki wilayah udara Yordania.

“Putri Salma dari Yordania menembak jatuh enam drone Iran tadi malam,” demikian postingan tersebut tertulis dalam sebuah akun seorang pengguna media sosial X.

Dalam unggahan tersebut, nampak sosok Putri Salma yang mengenakan pakaian resmi militer dan berdiri di depan salah satu pesawat udara militer Yordania.

Namun, kabar tersebut langsung terdeteksi sebagai informasi palsu. Hal ini diperkuat oleh sebuah fitur di X bernama ‘community notes’ yang memungkinkan pengguna untuk mendeteksi konteks berita yang menyesatkan.

“Klaim ini palsu dan dibuat-buat,” demikian bunyi catatan komunitas tersebut, seperti dikutip The New Arab.