BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem, BPBD Kalsel Siapkan Empat Langkah Strategis Antisipasi Kabut Asap dan Karhutla 2024

BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemprov Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan langkah strategi penanggulangan bencana termasuk untuk mengantisipasi kabut asap akibat karhutla.

Persiapan itu diambil menyusul prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, awal musim kemarau tahun 2024 di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) akan terlambat 1 hingga 3 dasarian (10 hari) dari kondisi normal.

Meski demikian, tahun ini durasi musim kemarau di wilayah Kalsel menunjukkan angka rata-rata 3 dasarian lebih singkat, bila dibandingkan dengan panjang musim normal.

BACA JUGA:
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor Sampaikan 4 Solusi Strategis Penanganan Karhutla 2024

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring, sebelumnya menyebutkan awal musim kemarau di Pulau Kalimantan diprediksikan terjadi mulai dari bulan Juni 2024 hingga Agustus 2024.

Puncak Musim Kemarau 2024 di Pulau Kalimantan diprediksikan terjadi mulai dari bulan Juni 2024 hingga September 2024.

Namun tetap saja, kedatangan kemarau tidak lepas dari ancaman bencana, seperti kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan empat langkah strategi di bidang penanggulangan bencana termasuk kabut asap akibat karhutla.

Pertama yakni penguatan regulasi, kedua peningkatan kapasitas SDM, ketiga peningkatan sarana dan prasarana peralatan, lalu yang keempat penguatan kerja sama.