“Empat langkah strategis itu berdasarkan berdasarkan hasil evaluasi penanganan Karhutla pada Tahun 2023,” kata Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, Rabu (17/4/2024) silam.
Lanjut Suria menjelaskan, sejumlah SKPD terkait telah membuat sejumlah program untuk mendukung penanganan Karhutla.
BACA JUGA: Karhutla 2024, Begini Solusi Gubernur Kalsel untuk Penanganan Seperti Dampak Kabut Asap
Misalnya pembuatan tabat, normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pendukung, di samping tetap mengutamakan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana.
“Seluruh pihak turut melibatkan diri, jadi bukan hanya dari pemerintah, tapi ada juga dari swasta, elemen masyaramat dan pastinya TNI/Polri,” ujarnya.
Secara umum wilayah Kalsel yang rawan terjadi Karhutla berada di bagian Selatan hingga Barat, meliputi Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Banjar, Tapin, dan wilayah Hulu Sungai Selatan hingga Utara.
Tingkat kerawanan itu disebabkan karena wilayah tersebut mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih panjang, dari daerah lainnya.
Selain itu, wilayah Barat Kalsel juga merupakan dataran rendah berawa yang akan kering pada musim kemarau, sehingga menambah potensi Karhutla.







