Pj Bupati Tala Syamsir Temui Petinggi BUMN, Bahas Ketertinggalan Sosial Ekonomi Warga Tebing Siring

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – PJ Bupati Tanah Laut (Tala) H Syamsir Rahman melakukan pertemuan dengan petinggi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Kamis (25/4/2024) sore.

Pada pertemuan bertempat di lantai delapan gedung Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, itu Syamsir didampingi Asisten Bidang Ekobang Andris Evony, Kepala Dinas PUPRP H Syakril Hadrianadi, dan Kabid Binamarga Dwi Hadi Putra.

Sedangkan pihak Kementerian BUMN dihadiri Asisten Deputi (Asdep) Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Faturohman didampingi petinggi manajemen PTPN IV Regional V dan pemegang saham.

Kedatangan Syamsir disambut hangat Faturohman dan jajaran manajemen/pemegang saham perusahaan milik negara tersebut. Agenda utama pertemuan yakni membahas progres pelepasan jalan/lahan HGU (Hak Guna Usaha) PTPN IV Regional V yang menjadi akses utama menuju Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin.

Mengawali sambutan pembuka, Asdep menegaskan untuk kepentingan umum (masyarakat) tentu harus didukung. Penegasan itu sangat melegakan Syamsir.

Di hadapan Faturohman dan jajaran, Syamsir membeberkan ketertinggalan sosial ekonomi warga Tebing Siring disebabkan akses jalan yang tak memadai. Para pelajar maupun petani kesulitan ke luar kampung karena kondisi jalan yang tak layak sehingga berdampak pula terhadap mahalnya harga sembako.

Ketiadaan sinyal telepon nirkabel kian menyebabkan Tebing Siring tertinggal dibanding desa lainnya. “Bayangkan saja anak sekolah harus menempuh jarak 25 kilometer. Sepatu yang semula putih berubah jadi kuning. Saya merasakan sendiri saat menjelajahinya pakai motor trail,” ucap Syamsir.

Warga setempat dikatakannya telah sangat lelah menanti harapan yang tak pernah menjadi kenyataan sejak puluhan tahun silam. Karena itu beberapa waktu lalu warga Tebing Siring demo ke kantor PTPN IV Regional V di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, sebagai bentuk kegundahan dan amarah.

Syamsir mengatakan dirinya meredam amarah warga tersebut dan meminta mereka bersabar dan menegaskan dirinya akan berjuang maksimal untuk melakukan percepatan pelepasan lahan HGU tersebut.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan seluruh dokumen administratif untuk pelepasan lahan tersebut telah dilengkapi. Anggaran juga telah disiapkan sebesar Rp 3 miliar dan bahkan anggaran pengaspalannya senilai Rp 6,1 miliar.

Karena itu dirinya mengatakan Pemkab Tala sangat mengharapkan percepatan pelepasan lahan HGU tersebut dapat segera tertuntaskan. Dengan begitu masyarakat Tebing Siring juga menjadi tenang dan senang karena bisa menikmati jalan yang layak.

Syamsir mengatakan kepada warga setempat pun dirinya juga menegaskan bahwa kelak ketika jalan tersebut telah menjadi aset daerah dan diaspal, pihak PTPN juga tetap dibolehkan memanfaatkan untuk mengangkut produksi sawit. Jadi, sama-sama mendapatkan manfaat.

Dikatakannya, persoalan tersebut berlarut-larut cukup lama yakni hingga empat periode bupati. Wajar ketika warga Tebing Siring merasa telah sangat lelah dan kemudian menjadi bersikap keras.

Dirinya senang karena saat ini telah ada kejelasan penyelesaiannya. Syamsir mengapresiasi pihak Kementerian BUMN dan manajemen serta pemegang saham PTPN IV yang juga memiliki komitmen membantu warga Tebing Siring melalui persetujuan pelepasan jalan (lahan) HGU sepanjang 4,7 kilometer tersebut.