24 Wilayah di Tanah Air Bercuaca Ekstrem Sabtu 27 April 2024, BMKG: di Kalsel Turun Hujan Petir
3. Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG mengatakan, sirkulasi siklonik terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu, Sumatera Selatan, Pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, serta membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung.
Daerah konvergensi lain terpantau di Kalimantan Barat, Jawa Timur bagian tengah, Sulawesi bagian tengah, perairan utara Papua, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Teluk Bone, Teluk Tomini, Laut Timor, Laut Arafuru. Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, dan Papua bagian tengah.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/Fajarharapan.id







