Tentunya kehadiran organisasi tersebut akan mampu memberikan kontribusi yang positif dalam penanganan TB di Tala sehingga pada akhirnya penyakit menular ini dapat dieliminasi.
Di tempat sama saat diwawancarai wartawan, Kepala Dinkes Tala dr Hj Isna Farida ketika ditanya perihal jumlah kasus TB di Tala, ia menyebutkan secara proyeksi tercatat 963 kasus.
“Namun hingga Bulan Maret 2024, baru terdata sekitar 180 orang yang terekam atau ditemukan orang yang mengalami TB,” sebut Isna.
Terkait pengobatan, ia mengatakan pengobatan penyakit TB bisa dilakulan di seluruh faskes (fasilitas kesehatan) yang ada di Tala bisa.
“Obat-obatannya juga tersedia. Obatnya gratis kami sediakan. Jadi, tinggal kepatuhan pasien TB saja yang kita harapkan untuk mengikuti prosedur pengobatan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Pejabat eselon II ini menegaskan tidak ada istilah pasien TB susah mendapatkan pelayanan kesehatan di Tala karena faskes telah tersebar di tiap kecamatan. Tak cuma faskes milik pemerintah, ada pula faskes swasta yang juga siap memberikan pelayanan pengobatan pasien TB.
“Jadi, sekali lagi tinggal kepatuhan dari pasien TB saja, apakah mau mengikuti prosedur pengobatan secara baik atau tidak,” ucap Isna.
Dikatakannya, jika pasien TB mengikuti prosedur pengobatan sebaik-baiknya, maka kesembuhan akan didapatkan.
Fakta selama ini, cukup banyak pula kasus TB yang telah ditangani bisa mendapatkan kesembuhan yang baik dan sempurna.
Isna mengatakan efek samping tentu ada. Apalagi pengobatan pasien TB selama enam bulan dan pada dua bulan pertama tiap hari harus minum obat. Namun efeknya tidak parah, biasanya seperti pusing dan mual.
Karena itu pasti akan banyak melalui berbagai macam kendala. Namun petugas kesehatan Tala juga memberikan solusi terhadap efek samping sehingga tidak terlalu menyebabkan efek yang memberatkan bagi pasien.
Untuk tambahan infromasi, TB adalah penyakit berbahaya. Apabila tidak diobati maka dapat berakibat fatal.
Pada kasus penyakit TB, terjadi infeksi bakteri menular yanh menyerang paru-paru. Tapi juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lain seperti otak, ginjal, atau tulang.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
editor : NMD







