SAMPIT, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah ruas jalan di dalam Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terendam banjir menyusul hujan deras yang terjadi berjam-jam, hingga Senin (29/4/2024) pagi.
Salah seorang warga Wita yang tinggal di Gang Tulu Hati, Jalan DI Panjaitan Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengaku kaget adanya banjir yang melanda saat ia bangun tidur.
Banjir detang setelah hampir semalam suntuk diguyur hujan lebat atau sekitar 12 jam lamanya, membuat kota Sampit, dikepung banjir hingga pagi ini.
# Baca Juga :Jelang Lebaran, Trio Motor Perintis Banjarmasin Kebanjiran Servis Motor Konsumen
# Baca Juga :Ratusan Rumah di Kabupaten Banjar Terendam, BPBD Masih Lakukan Pendataan Warga Terdampak Banjir
# Baca Juga :Sekda Banjarbaru Ingin SKPD Menyesaikan Masalah Banjir, Macet, Disabilitas, Kekumuhan dan Lainnya
Ketinggian di mencapai 25 centimeter hingga selutut orang dewasa.
Pantauan di sejumlah ruas jalan Kota Sampit, seperti pada sekitar jalan Suprapto Selatan, Kopi Selatan, Anang Santawi, Anggur 2 sampai Anggur 5, H Ahmad, Sawahan Teratai 4, Komplek Graha Pramuka serta jalan DI Penjaitan tampak ketinggian air telah masuk ke rumah.
Pengendara pun yang melintas harus lebih ekstra hati-hati, takut terjadi kecelakaan.
“Banjir ini selalu terjadi jika hujan lebat, apa lagi hampir semalaman, ditambah air sungai pasang, pasti air semakin tinggi. Aliran drainase disekitar sini juga tidak lancar mengalir, membuat air lambat turun,” keluh Khalik, salah seorang warga jalan Suprapto Selatan.
Hal senada juga diungkapkan Haris, salah seorang warga Sampit. Ia menyayangkan penataan saluran pembuangan yang kurang bagus.
Bahkan ada masyarakat yang kurang menyadari saat membangun rumah atau toko dengan tidak memperhatikan drainase yang juga menjadi penyebab air menggenang disekitar lokasi banjir.
“Memang sudah selayaknya saluran drainase disekitar jalan Suprapto, Anang Sentawi dan DI Penjaitan diperbaiki, terlebih anak sungainya sehingga bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Masniah juga meminta pemerintah mengambil tindakan tegas, jika ada bangunan lantai jembatan rumah atau toko warga yang tidak memperhatikan drainase.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Suparmadi, saat meninjau lokasi banjir, karena kebetulan lokasi banjir berada tidak jauh dari kediamannya, mengimbau agar pengendara berhati-hati melintas terutama di jalan Suprapto Selatan-Anang Sentawi, karena genangan air cukup tinggi.







