Lomba Nakes Teladan Kabupaten Tala 2024, A Hadi Azhari SFarm dan  Wahyu Ani Fitriani SKM Juara!

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Dua orang tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tirta Jaya, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sukses mengukir prestasi gemilang menjuarai Lomba Nakes Teladan Tahun 2024 tingkat Kabupaten Tala.

Kedua orang nakes berprestasi itu adalah A Hadi Azhari SFarm dan  Wahyu Ani Fitriani SKM.

# Baca Juga :Peringati Hari Bumi Internasional, Nayaka Foundation Gelar Malam Refleksi dan Aksi Bersih Pantai di Tanah Laut

# Baca Juga :Momen Halal Bihalal Lebaran 2024, Alumni FISIP ULM Berbagi pada Lansia di Tanah Laut

# Baca Juga :Kronologi Laka Maut Bus Wisata vs Pikap di Tajau Pecah Tanah Laut, Polisi Menduga Sopir Pikap Mengantuk

# Baca Juga :Kecelakaan Maut di Jalan A Yani Desa Tajau Pecah Tanah Laut, Bus Wisata vs Pikap, Satu Orang Meninggal Dunia

Hadi menjadi Juara 1 Nakesdan Kategori Apoteker, sedangkan Ani menjadi Juara 1 Kategori Promosi Kesehatan.

Pengumuman hasil Lomba Nakesdan Tahun 2024 tingkat Kabupaten Tala tersebut telah diumumkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala pada Hari Senin, 29 April 2024.

Lomba Nakesdan tersebut merupakan ajang lomba cukup bergengsi di lingkup kesehatan. Lomba ini juga berjenjang hingga ke tingkat nasional.

Tentu saja tidak gampang untuk bisa menjadi juara pada ajang lomba itu. Peserta harus memiliki inovasi yang bermanfaat besar bagi masyarakat maupun pelayanan kesehatan.

Pada ajang lomba itu, Hadi dan Ani masing-masing mendeklarasikan inovasinya. Hadi mendeklarasikan Desa Remaja Bebas Penyalahgunaan Obat Bersama Sobat Gemes (Sadar Penyalahgunaan Obat Menuju Generasi Emas).

Sementara itu Ani mendeklarasikan Remaja Peduli Mental Health bersama Bilik Gemes ((Bimbingan, Layanan Informasi, Konseling Kesehatan Jiwa Menuju Generasi Emas).

Meski segmentasinya berbeda, namun kedua inovasi yang dicetuskan Hadi dan Ani tersebut sama-sama berfokus untuk menuju Generasi Emas Indonesia tahun 2045.

Sebagaimana diketahui, usia remaja yakni 10 hingga 18 tahun merupakan fase yang cukup rentan. Pasalnya pada usia ini remaja mulai mengeksplorasi pergaulan, sedang mencari jati diri.

Pada usia itu, keingintahuan terhadap sesuatu juga cukup besar. Sementara kondisi mental masih labil dan cenderung ingin selalu mencoba hal baru.

Karena itulah pada ‘klaster’ usia tersebut menjadi awal munculnya perilaku kenakalan remaja. Tersebab itu pula diperlukan pembinaan yang tepat.