BALI, Kalimantanlive.com – Bank Kalsel bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi komparasi ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali potensi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi dan peningkatan akses keuangan.
BACA JUGA: Luncurkan Program Bekal Untuk Masa Depan, Bank Kalsel Ingin Dukung Program KEJAR OJK
Rombongan kunjungan kerja ini dipimpin oleh Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel, Imam Suprastowo.
Dalam keterangannya di Banjarmasin, Imam Suprastowo menekankan pentingnya pemerataan teknologi digitalisasi di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Teknologi digitalisasi dan akses keuangan di Provinsi Kalsel belum merata, padahal berpotensi meningkatkan PAD. Banyak sekali hal yang menjadi pekerjaan rumah kita supaya BPD Kalsel bisa menjadi lebih maju, lebih baik, itulah menjadi fokus kita,” ujar Imam.
Hasil dari studi komparasi ini akan menjadi bahan diskusi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalsel untuk mendorong digitalisasi serta pertumbuhan bisnis lokal.
“Kita perlu banyak menggali hal-hal yang kita pelajari di sini karena banyak sekali yang belum dilaksanakan di BPD Kalsel,” tambah Imam.
Rencananya, DPRD Provinsi Kalsel akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BUMD, Bank Kalsel, Jamkrida, dan Bangun Banua untuk membahas pembiayaan dan upaya peningkatan PAD. Imam berharap, sinergi antara DPRD dan BUMD bisa membawa perubahan signifikan bagi perekonomian daerah.










