Polresta Banjarmasin Amankan Kelompok Remaja Konvoi Bawa Sajam Viral di Media Sosial, Ini Hukumannya

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Polresta Banjarmasin berhasil mengamankan 11 orang Anak Berhadapan Hukum (ABH), usai aksinya melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam (sajam) viral di media sosial.

Para remaja itu diamankan beserta barang bukti 6 bilah senjata tajam, 3 buah sepeda motor, handphone, dan satu buah bendera geng kelompok.

# Baca Juga :Iduladha 1445 H, Polresta Banjarmasin Berbagi Kebahagiaan dengan Potong 22 Ekor Sapi dan 5 Kambing

# Baca Juga :Jelang HUT Ke-78 Bhayangkara, Polresta Banjarmasin Revitalisasi Wisata Masjid Sultan Suriansyah

# Baca Juga :Kapolresta Banjarmasin Gaungkan Deklarasi Pemilu Damai di Tengah Nobar Timnas Indonesia Vs Filipina

# Baca Juga :Perkara Laporan Pengeroyokan Setahun Lalu Mandek di Polresta Banjarmasin, Kasat Reskrim: Tidak Benar

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo mengungkapkan motif dari kelompok remaja tersebut membawa Sajam adalah untuk melakukan penyerangan kepada kelompok musuh, yakni Gengster Allstar Barat, Remaja 87, dan Lingkungan P3.

“Mereka menamakan dirinya BOENASTAN23JR, aksinya adalah konvoi dengan membawa Sajam dengan mencari musuh mereka, mereka sempat bertemu, namun mereka langsung melarikan diri karena melihat warga,” ujar Kapolresta Banjarmasin saat prease release di Mapolresta Banjarmasin, Rabu (19/6/24) malam.

Ia menambahkan aksi yang dilakukan para remaja tersebut adalah untuk mencari jati diri dengan mencari musuh dengan janjian melalui handphone.

“Dari bukti-bukti itu kita langsung melakukan penyelelidikan dan kegiatan pencegahan. Berhasil kita amankan 11 orang remaja yang rata-rata mereka semua masih SMP dan ada juga yang tidak sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk langkah penganagan selanjutnya, pihaknya akan melakukan sistem pradilan anak sesuai aturan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Karena mereka tidak melakukan penganiyaan, tetapi hanya berkeliling kota saja dan membuat masyarakat takut dan tidak nyaman,” ujarnya.