“Hari ini kita buka ruang publik untuk meningkatkan segi intelektual, dan saya sangat mengapresiasi antusiasme para peserta baik dalam pengetahuan maupun penguasaan aturan hukum informasi yang sangat luar biasa,” ujar Dicky didampingi PS Panit 4 Subdit Kasubdit Kamsus Dit Intelkam Polda Kalsel, Ipda Abdul Hanif.
Disinggung soal kekhawatiran para santri terkait politik identitas menjelang Pilkada mendatang dan bagaimana pengawasan Dit Intelkam Polda Kalsel di media sosial. Dicky menjawab, bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan pengawasan secara preemtif dan preventif melalui patroli siber.
BACA JUGA:
VIDEO Direktorat Polairud Polda Kalsel Ungkap Kasus Tindak Pidana Ilegal Logging Hampir Rp 1 Miliar
“Kami sudah melakukan patroli rutin 24 jam setiap hari, karena mengingat media sosial terus berkembang di era politik sekarang ini. Oleh karena itu, kami lakukan pemantauan dan juga memberikan informasi kepada pimpinan bahwa politik identitas sangat berbahaya dan harus diawasi dengan ketat,” ucapnya.
Di samping itu, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten HSS, Ustadz Fahmi Zarkasi, menyambut baik kegiatan tersebut, terutama dalam hal pengelolaan media di Pondok Pesantren Al-Baladul Amin.
“Dengan ini menjadi pelajaran bagi kami dalam mengelola media pondok pesantren, insyaallah kami akan mencoba untuk menyesuaikan hal-hal yang sudah disampaikan tadi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat dalam mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kalimantan Selatan agar tetap aman dan damai.
“Mudah-mudahan setelah ini media kami juga bisa turut aktif dalam mensukseskan Pilkada di Kalsel,” tutup Ustadz Fahmi.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: elpian







