JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah Hasyim Asy’ari resmi dipecat, DPR akan segera menyiapkan nama baru sebagai Ketua Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Hal tersebut dikatakan anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yanuar Prihatin.
Menurut Yanuar, DPR bakal menunjuk nama lain sebagai Ketua KPU yang masuk dalam daftar 14 nama calon Anggota KPU periode 2022-2027.
# Baca Juga :Usai Berhubungan Badan dengan Ketua KPU Hasyim Asy’ari, DKPP Sebut Korban Alami Gangguan Kesehatan
# Baca Juga :Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari Resmi Dipecat dari Jabatan Terkait Kasus Asusila, DKPP: Terbukti Langgar Kode Etik
# Baca Juga :Komisi I DPRD Kalsel Panggil KPU dan Bawaslu Bahas Persiapan Pilkada Serentak 2024
# Baca Juga :KPU Kenalkan Maskot dan Jingle Pilkada Banjarbaru 2024, Wali Kota: 60% Pemilih Adalah Milenial dan Gen Z
“Enggak ada pembentukan panitia. Otomatis diambil dari nomor urut berikutnya,” kata Yanuar saat dihubungi, Rabu, 3 Juli 2024.
Nantinya, DPR akan berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ihwal tindaklanjut keputusan DPR dalam hal penunjukan calon. Namun, Yanuar belum dapat memastikan kapan agenda dengan Kemendagri tersebut bakal dilaksanakan.
“Kami upayakan dalam waktu dekat,” ujar dia.
Adapun, pada Februari 2022, DPR telah menetapkan sebanyak 14 nama calon Anggota KPU yang lolos kualifikasi Tim Panitia Seleksi (Pansel) KPU-Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum).
Yanuar juga memastikan bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak 2024 tidak akan terimbas pemecatan terhadap Hasyim.
Yanuar mengatakan, penyelenggaraan pilkada telah tertata dengan cukup baik. Bahkan mekanismenya juga sudah berjalan hingga hari ini, baik di KPU tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi.
“Tahap pendataan pemilih dan yang lain kan sudah berjalan. Artinya tidak akan mengganggu,” kata Yanuar saat dihubungi, Rabu, 3 Juli 2024.
Menurut Yanuar, pemerintah juga telah berulang kali menyelenggarakan pilkada. Dengan hal tersebut, ia yakin bahwa pemerintah telah kenyang pengalaman, khususnya dalam menghadapi situasi seperti ini.
“Kan sudah tertata, sudah berulang kali dilakukan. Jadi enggak terlalu berpengaruh,” ujar politikus PKB itu.







