Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini mengatakan bahwa pengembangan pemanfaatan gas bumi PGN Group di Kalimantan didominasi oleh moda beyond pipeline.
“Meskipun layanan gas bumi untuk rumah tangga juga dikelola oleh afiliasi perusahaan, kebermanfaatannya tetap sama. PGN Group berkomitmen memberikan pengalaman menggunakan energi yang efisien, praktis, aman, tersedia 24 jam, dan ramah lingkungan bagi pelanggan,” ujarnya.
Di samping itu, Plt. Direktur Utama Gagas, Enro Situmorang menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai penyaluran gas bumi di Pulau Kalimantan melalui kota Balikpapan dengan proyeksi penyaluran gas bumi untuk sektor industri dan komersial hingga mencapai 1.500 MMBTU per bulan pada akhir tahun 2024 nantinya.
“Kami harapkan kota-kota lain di Kalimantan akan merasakan hal serupa,” jelasnya.
Enro juga menekankan bahwa Gagas dan PGN akan terus mendukung Pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060 dengan perluasan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.
“Fokus kami saat ini adalah memperluas pemanfaatan gas bumi, khususnya untuk kota-kota atau daerah yang belum terjangkau oleh jaringan gas pipa PGN,” ungkapnya.
Penyaluran gas bumi di Balikpapan akan didukung melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Balikpapan. Gas bumi yang dikompresi (CNG) akan disalurkan ke pelanggan menggunakan Gas Transport Module (GTM).
Selain CNG, PGN juga mempersiapkan pemanfaatan Liquified Natural Gas (LNG) untuk Kota Balikpapan dan sekitarnya, khususnya bagi pelanggan industri yang membutuhkan volume gas bumi lebih besar.
Kalimantanlive.com/Ilham
editor: elpian









