Menurut Neni, pelaksanaan pemilihan serentak yang akan digelar pada tanggal 27 November 2024 cukup kompleks terutama dalam pelaksanaan teknis proses penyelenggara pemilu. Maka kehadiran komisioner pengganti Hasyim menjadi sangat urgen dan dibutuhkan.
Mengingat, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan KPU terutama berkaitan dengan pembenahan internal.
Selain itu, pemilihan ketua KPU definitif juga penting dilakukan setelah Iffa Rosita dilantik, mengingat tidak lama lagi KPU akan menghadapi fase krusial tahapan. Yang mana membutuhkan koordinasi dan konsolidasi internal serta memastikan pemiliha serentak 2024 dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Saya berharap kasus Hasyim ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan tidak bermain-main dengan integritas. Sekali melakukan tindakan amoral, selamanya publik tidak percaya terhadap Lembaga KPU,” kata Neni.(dtm/berbagai sumber)
editor : TRI







