Medali perak yang diraih Wu menjadi medali perak kedua bagi China di cabor itu di Olimpiade Paris, menyusul medali perak yang disabet oleh Deng Lijuan di nomor speed putri pada Rabu (7/8/2024).
“Saya tidak dalam kondisi terbaik hari ini. Saya biasanya merasa lebih ringan dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk memanjat. Hari ini, tubuh saya terasa berat, tetapi saya berhasil melakukan penyesuaian dengan cepat,” kata Wu.
BACA JUGA: Cetak Sejarah, Atlet Angkat Besi Indonesia Rizki Juniansyah Raih Medali Emas Olimpiade Paris 2024
Watson telah mencatatkan rekor baru 4,75 detik pada kualifikasi dua hari lalu dan mempertajam 0,01 detik dari catatan waktunya sendiri di final perebutan medali perunggu (small final) melawan Alipour.

“Saya tidak menyesal. Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan sejauh kontribusi yang saya berikan sebagai seorang atlet. Panjat tebing hanya memiliki sedikit sekali margin kesalahan, dan saya bertanding melawan beberapa atlet yang luar biasa. Jadi, tidak ada penyesalan,” ujar atlet berusia 18 tahun ini.
“Saya sangat bangga dengan Wu dan Leonardo yang telah bergabung dengan saya di podium. Menorehkan rekor dunia baru juga sangat penting.”
Sumber: Xinhua
Editor: elpian







